Penyakit Langka Perlu Diwaspadai, Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Penanganan

  • 04 Agt 2026 15:14 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Penyakit langka atau rare disease merupakan kelompok penyakit yang dialami oleh sebagian kecil populasi, tetapi secara keseluruhan jumlah penderitanya mencapai jutaan orang di berbagai negara. Meski setiap jenis penyakit memiliki jumlah kasus yang sedikit, keberadaannya tetap menjadi perhatian karena sebagian besar bersifat kronis, sulit didiagnosis, dan membutuhkan penanganan khusus.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan dirils pada Selasa, 4 Agustus 2026, hingga saat ini telah dikenal lebih dari 6.000 jenis penyakit langka dengan karakteristik, gejala, dan tingkat keparahan yang sangat beragam. Sebagian besar penyakit tersebut disebabkan oleh kelainan genetik yang sudah muncul sejak lahir atau mulai menunjukkan gejala pada masa bayi dan anak-anak, meskipun ada pula yang baru terdeteksi ketika seseorang memasuki usia dewasa.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit langka adalah proses diagnosis yang sering kali membutuhkan waktu lama karena gejalanya menyerupai penyakit lain yang lebih umum. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang harus menjalani berbagai pemeriksaan dan berpindah-pindah fasilitas kesehatan sebelum akhirnya memperoleh diagnosis yang tepat sesuai kondisi yang dideritanya.

Gejala penyakit langka sangat bergantung pada jenis penyakit yang dialami sehingga tidak ada tanda yang sama pada setiap penderita. Namun, masyarakat perlu lebih waspada apabila anak atau anggota keluarga mengalami gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, kelainan bawaan, gangguan metabolisme, atau keluhan kesehatan yang terus berulang tanpa penyebab yang jelas karena kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk adanya penyakit langka.

Kementerian Kesehatan terus mendorong penguatan layanan penyakit langka, termasuk melalui pengembangan pemeriksaan genomik yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab penyakit secara lebih akurat. Pemeriksaan tersebut diharapkan mampu mempercepat penegakan diagnosis sehingga pasien dapat memperoleh terapi, rehabilitasi, maupun pendampingan sesuai dengan kebutuhannya.

Meski tidak semua penyakit langka dapat disembuhkan, diagnosis yang dilakukan lebih awal dapat membantu mengendalikan gejala, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain penanganan medis, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar juga berperan penting dalam membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih optimal.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang berlangsung lama atau menunjukkan pola yang tidak biasa, terutama pada anak-anak yang sedang berada dalam masa tumbuh kembang. Dengan meningkatnya kesadaran mengenai penyakit langka serta pentingnya deteksi dini, diharapkan pasien dapat memperoleh diagnosis dan penanganan lebih cepat sehingga peluang hidup dan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....