Dokter IPB Luruskan Mitos, Floaters Bukan akibat Terlalu Lama Main Gadget
- 31 Jul 2026 22:02 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Dokter spesialis mata sekaligus dosen IPB University, dr. Drasthya Zarisha, SpM, menegaskan bahwa penggunaan gawai (gadget) dalam durasi panjang bukan penyebab munculnya floaters. Penjelasan ini disampaikan melalui website resmi IPB University pada Kamis, 30 Juli 2026, untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat yang kerap mengaitkan keluhan tersebut dengan kebiasaan menatap layar perangkat digital.
Floaters adalah bayangan berupa titik hitam, garis halus, atau bentuk menyerupai jaring yang tampak melayang di area penglihatan. Menurut dr. Drasthya, kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya gumpalan serabut kolagen mikroskopis di dalam vitreous, yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar bola mata.
Gumpalan tersebut kemudian menimbulkan bayangan pada retina sehingga penderitanya melihat objek kecil yang seolah bergerak mengikuti arah pandangan. Dalam banyak kasus, floaters merupakan bagian dari proses alami penuaan, ketika vitreous mulai mencair dan menyusut.
Selain faktor usia, floaters juga bisa muncul akibat benturan atau trauma pada mata. Pada situasi tertentu, keluhan ini dapat berkaitan dengan perdarahan di dalam vitreous atau gangguan pada retina yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dr. Drasthya menjelaskan bahwa penggunaan gawai dalam waktu lama memang dapat membuat mata terasa lelah atau tegang. Namun, hal tersebut tidak secara langsung menyebabkan floaters. Justru, kondisi mata lelah dapat membuat seseorang lebih menyadari keberadaan floaters yang sebenarnya sudah ada sebelumnya.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, masyarakat tetap perlu waspada jika floaters muncul secara mendadak, jumlahnya meningkat cepat, atau disertai kilatan cahaya (photopsia), terutama di area tepi penglihatan. Gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya robekan atau gangguan pada retina yang memerlukan pemeriksaan segera.
Oleh karena itu, dr. Drasthya menyarankan agar siapa pun yang baru merasakan floaters atau mengalami keluhan yang semakin mengganggu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan pada retina, saraf optik, dan vitreous penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan serius.
Ia juga menambahkan bahwa risiko floaters lebih tinggi pada lansia, penderita rabun jauh terutama dengan minus tinggi, individu yang pernah menjalani operasi atau memiliki kelainan lensa mata, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga atau pernah mengalami ablasio retina. Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko, agar gangguan pada retina dapat terdeteksi sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....