Detox Media Sosial Selama Sepekan Dapat Tingkatkan Kesehatan Mental

  • 24 Jul 2026 16:39 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital, media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di balik kemudahan berkomunikasi dan memperoleh informasi, penggunaan media sosial secara terus-menerus juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Karena itu, para peneliti mulai mengkaji manfaat mengurangi paparan media sosial dalam jangka waktu tertentu.

Salah satu temuan mengenai hal tersebut dipublikasikan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking edisi Mei 2022 melalui penelitian berjudul Taking a One-Week Break from Social Media Improves Well-Being, Depression, and Anxiety: A Randomized Controlled Trial. Penelitian yang dipimpin Jeff Lambert dari University of Bath, Inggris, menyoroti dampak penghentian sementara penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melibatkan 154 orang dewasa yang merupakan pengguna aktif media sosial. Seluruh peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok melalui metode acak. Kelompok pertama diminta menghentikan akses ke berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok, selama tujuh hari berturut-turut. Sementara itu, kelompok lainnya tetap menggunakan media sosial sebagaimana kebiasaan sehari-hari.

Setelah masa penelitian berakhir, kelompok yang menjalani jeda penggunaan media sosial memperlihatkan perubahan yang lebih baik dibandingkan kelompok pembanding. Berdasarkan hasil pengukuran, peserta dalam kelompok tersebut mengalami peningkatan kesejahteraan psikologis, sekaligus menunjukkan penurunan tingkat depresi dan kecemasan.

Peneliti menilai berkurangnya paparan informasi yang berlebihan, konten yang memicu perbandingan sosial, serta derasnya notifikasi digital menjadi faktor yang kemungkinan berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Meskipun demikian, hasil penelitian tidak menyatakan bahwa media sosial harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah bagaimana pengguna dapat mengelola durasi dan intensitas penggunaannya secara sehat.

Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu identik dengan kegiatan yang membutuhkan biaya besar. Memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dari aktivitas digital dapat menjadi salah satu alternatif sederhana dalam menjaga keseimbangan emosional, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di media sosial setiap hari.

Peneliti berharap hasil studi ini dapat menjadi masukan bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Menjadwalkan periode digital detox secara berkala dinilai dapat membantu mengurangi tekanan psikologis sekaligus meningkatkan kualitas hidup di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....