Love Bombing Berkedok Kasih Sayang Waspadai Tnada Manipulasinya
- 20 Jul 2026 23:08 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Love Bombing merupakan perilaku yang sering disalahartikan sebagai bentuk cinta yang tulus dan penuh perhatian. Padahal, di balik sikap romantis yang berlebihan, perilaku ini dapat menjadi tanda hubungan yang manipulatif dan tidak sehat.
Dilansir dari website www.siloamhospitals.com bahwa istilah love bombing merujuk pada tindakan memberikan perhatian, pujian, hadiah, serta kasih sayang secara berlebihan dengan tujuan memperoleh kendali atas pasangan. Pada awal hubungan, perlakuan tersebut kerap membuat seseorang merasa sangat dicintai dan dianggap istimewa.
Perilaku ini umumnya dilakukan oleh individu yang ingin mempercepat kedekatan emosional agar pasangannya bergantung secara psikologis. Setelah kedekatan terbentuk, perhatian yang semula terasa manis dapat berubah menjadi alat untuk mengontrol dan memengaruhi keputusan pasangan.
Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang melakukan love bombing. Rasa kesepian, ketidakamanan diri, kebutuhan akan validasi, hingga keinginan untuk mengendalikan orang lain menajdi beberapa penyebab yang sering ditemukan.
Dalam banyak kasus, love bombing berlangsung melalui beberapa tahapan yang berulang. Tahap pertama biasanya berupa idealisasi, ketika pelaku membanjiri pasangannya dengan cinta yang intens.
Pada fase tersebut, hubungan sering kali terasa berkembang sangat cepat sehingga korban merasa telah menemukan pasangan yang sempurna. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah mengabaikan tanda-tanda peringatan yang sebenarnya mulai muncul.
Setelah fase idealisasi, hubungan dapat memasuki tahap devaluasi. Pelaku mulai menunjukkan perubahan sikap, seperti bersikap sangat baik pada satu waktu tetapi menjadi kasar, dingin, atau merendahkan pada waktu lainnya.
Perubahan perilaku yang tidak konsisten tersebut sering menimbulkan kebingungan dan membuat pasangan terus berusaha mendapatkan kembali perhatian yang dulu diberikan. Situasi ini dapat menciptakan ketergantugnan emosional yang sulit diputuskan.
Ciri lain dari love bombing adalah pemberian hadiah yang berlebihan, pujian tanpa henti, serta keinginan untuk selalu mengetahui aktivitas pasangan. Pelaku juga cenderung tidak menghormati batasan pribadi dan merasa tidak nyaman ketika pasangannya memberikan perhatian kepada orang lain.
Selain itu, kebiasaan menghubungi pasangan secara terus-menerus dapat menjadi bentuk pengawasan yang terselubung. Jika berlangsung dalam jangka panjang, perilaku tersebut berpotensi memicu stres, kecemasan, dan hilangnya ruang pribadi.
Dampak yang paling berbahaya dari love bombing adalah munculnya hubungan yang dipenuhi manipulasi emosional hingga kekerasan. Korban sering kali merasa bingung membedakan antara kasih sayang yang tulus dengan perilaku yang sebenarnya bertujuan mengendalikan dirinya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda love bombing sejak dini. Dukungan dari keluarga, sahabat, serta bantuan profesional seperti psikolog dapat menjadi langkah penting untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat dan membangun relasi yang lebih aman serta saling menghargai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....