Kakao Bermanfaat, Cokelat Belum Tentu Menyehatkan
- 14 Jul 2026 11:53 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Cokelat menjadi salah satu makanan favorit masyarakat di berbagai belahan dunia karena cita rasanya yang khas dan mampu meningkatkan suasana hati. Di balik kenikmatannya, muncul anggapan bahwa cokelat juga bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk menjaga kesehatan jantung.
Dilansir dari website www.nationalgeographic.com bahwa Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa biji kakao mengandung ratusan senyawa aktif alami, salah satunya flavanol. Senyawa ini diketahui memiliki potensi membantu menjaga tekanan darah, kadar kolesterol, serta mendukung fungsi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut berasal dari kandungan kakao, bukan dari cokelat secara umum. Sebab, sebagian besar produk cokelat yang beredar di pasaran telah dicampur dengan gula, lemak, susu, serta berbagai bahan tambahan yang dapat mengurangi nilai gizinya.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa flavanol berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, senyawa tersebut diduga mampu menjaga fungsi otak dengan meningkatkan aliran darah ke jaringan otak, meskipun manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Para peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian mengenai flavanol umumnya diperoleh melalui suplemen atau ekstrak kakao dengan kadar tinggi, bukan dari konsumsi cokelat batangan. Untuk memperoleh jumlah flavanol yang sama dari cokelat, seseorang harus mengonsumsi dalam jumlah besar yang justru meningkatkan asupan gula dan kalori.
Jenis cokelat juga menentukan kandungan manfaat yang diperoleh. Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi umumnya mengandung lebih banyak flavanol dibandingkan cokelat susu, sedangkan cokelat putih hampir tidak memiliki senyawa tersebut karena dibuat tanpa bagian padat biji kakao.
Selain jenisnya, proses pengolahan turut memengaruhi kandungan nutrisi dalam kakao. Fermentasi, pengeringan, pemanggangan, hingga proses produksi dapat mengurangi kadar flavanol sehingga tidak semua produk berkadar kakao tinggi otomatis memberikan manfaat kesehatan yang sama.
Sebagai alternatif, para ahli menyarankan konsumsi bubuk kakao murni tanpa tambahan gula atau cocoa nibs yang merupakan potongan biji kakao alami. Kedua produk tersebut masih mempertahankan sebagian besar senyawa aktif dan bahkan mengandung serat yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Pada akhirnya, para pakar mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan cokelat sebagai makanan kesehatan utama. Cokelat tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan seimbang dalam jumlah wajar, sementara manfaat kesehatannya lebih ditentukan oleh kandungan kakao serta cara pengolahannya daripada rasa manis yang ditawarkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....