Talenan Kayu Versus Plastik, Mana yang Lebih Aman dari Bakteri?

  • 30 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Talenan menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir selalu digunakan saat memasak. Meski terlihat sederhana, pemilihan bahan talenan ternyata dapat memengaruhi kebersihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Selama ini, banyak orang menganggap talenan plastik lebih higienis dibandingkan talenan kayu. Namun, hasil penelitian justru menunjukkan fakta yang berbeda.

Melansir informasi edukasi kesehatan yang dibagikan akun Instagram @tanya_dokter dan mengutip Huffington Post, penelitian yang dilakukan Dean O. Cliver, profesor dari University of California, menemukan bahwa talenan berbahan kayu mampu menampung lebih sedikit bakteri dibandingkan talenan plastik. Temuan ini mematahkan anggapan bahwa bahan sintetis selalu lebih aman digunakan di dapur.

Menurut penelitian tersebut, struktur alami kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap bakteri ke bagian dalam permukaan. Setelah masuk ke dalam serat kayu, bakteri akan terperangkap dan secara bertahap mati sehingga tidak mudah kembali mencemari bahan makanan yang dipotong.

Sebaliknya, talenan plastik memiliki karakter yang berbeda. Goresan-goresan halus akibat penggunaan pisau menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk bersembunyi. Karena letaknya berada sangat dekat dengan permukaan, kuman lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh meskipun talenan telah dicuci menggunakan sabun.

Kondisi tersebut membuat bakteri berpotensi bertahan hidup lebih lama dan berkembang biak di dalam celah-celah bekas sayatan pisau. Risiko kontaminasi silang pun meningkat ketika talenan yang sama digunakan untuk memotong bahan makanan lain, terutama jika digunakan bergantian untuk daging mentah, sayuran, maupun makanan siap santap.

Meski demikian, bukan berarti talenan plastik harus dihindari sepenuhnya. Para ahli menekankan bahwa kebersihan peralatan dapur tetap bergantung pada cara perawatan. Talenan plastik yang sudah dipenuhi goresan dalam sebaiknya segera diganti karena semakin sulit dibersihkan secara optimal.

Sementara itu, talenan kayu juga memerlukan perawatan yang tepat agar tetap higienis. Setelah dicuci, talenan perlu segera dikeringkan hingga benar-benar kering untuk mencegah kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan jamur atau mikroorganisme lainnya. Membersihkan talenan dengan air panas dan sabun setelah digunakan juga menjadi langkah penting menjaga kebersihannya.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga sanitasi dapur tidak hanya bergantung pada jenis peralatan yang digunakan, tetapi juga pada kebiasaan merawatnya. Dengan memilih talenan yang masih layak pakai, membersihkannya secara benar, dan menggantinya saat sudah rusak, masyarakat dapat mengurangi risiko kontaminasi bakteri serta menjaga kesehatan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....