Yayasan Silih Asih Soroti Banyaknya ODGJ akibat Ekonomi hingga Judi Online
- 29 Jun 2026 15:48 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor- Ketua Yayasan Silih Asih, Nani Rohaeni mengungkapkan jika fenomena judi online kini semakin sering ditemui di tengah masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Kecanduan judi online ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga namun juga kesehatan mental dari para pelakunya.
Dari data yang dimiliki Yayasan yang berlokasi di Desa Megamendung Kecamatan megamendung Kabupaten Bogor, terungkap apabila jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2025–2026.
Salah satu yayasan yang bergerak di bidang pendampingan ODGJ di wilayah selatan Kabupaten Bogor, Yayasan Silih Asih, menilai gangguan mental yang diakibatkan oleh tekanan ekonomi dampaknya sangat serius. Pelarian mereka untuk keluar dari persoalan itupun tidak jarang melibatkan banyak pihak agar persoalan cepat selesai secara instan dan judi online seolah menjadi jawaban atas masalahnya.
Selain itu penyebab lain gangguan jiwa yang kini ditangani oleh pihaknya diakibatkan oleh penyalahgunaan narkoba, depresi, pinjaman online (pinjol) yang muara utamanya adalah faktor ekonomi.
“Judi online ini selain merusak ekonomi keluarga, tentu berdampak pada kesehatan mental seseorang hingga mengalami gangguan jiwa,” ujar Nani, Minggu 28 Juni 2026.
Menurut Nani, tidak sedikit pelaku judi online yang terlilit utang karena terus berupaya menutup kerugian yang dialami. Sebagian di antaranya, kata dia, bahkan menjual harta benda untuk melunasi utang atau kembali berjudi dengan harapan memperoleh keuntungan.
Ia menilai kondisi tersebut dapat memicu tekanan psikologis. Apabila tidak tertangani, stres berkepanjangan dan depresi berpotensi berkembang menjadi gangguan kejiwaan.
“Dampaknya sangat besar. Banyak yang terlilit utang, hartanya habis terjual, kemudian mengalami stres dan depresi karena tidak mampu keluar dari masalah yang dihadapi,” ucapnya.
Selain judi online, Nani juga menyebut penyalahgunaan narkoba dan tekanan ekonomi sebagai faktor lain yang menurut pengamatannya turut berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor. Karena itu, ia menilai peran keluarga, khususnya kepala keluarga, penting dalam melakukan pengawasan dan pencegahan sejak dini.
Di sisi lain, Yayasan Silih Asih mengaku belakangan lebih sering menemukan orang yang diduga mengalami gangguan jiwa berkeliaran di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bogor. Menurut Nani, penampilan mereka berbeda dengan stigma yang selama ini berkembang di masyarakat.
“Kalau diperhatikan, banyak ODGJ yang baru berkeliaran di jalan justru masih berpakaian rapi. Tidak semuanya mengenakan pakaian kotor atau bahkan tanpa busana. Ini menunjukkan bahwa mereka bisa saja baru mengalami gangguan mental akibat tekanan hidup yang berat,” katanya.
Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pencegahan melalui pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba, judi online, serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga menjadi langkah penting untuk menekan potensi peningkatan kasus gangguan jiwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....