Ketahui Fakta di Balik Kerokan saat Masuk Angin

  • 29 Jun 2026 15:19 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kerokan merupakan salah satu cara tradisional yang sudah lama dilakukan masyarakat Indonesia untuk membantu meredakan keluhan yang sering disebut sebagai "masuk angin". Metode ini dilakukan dengan menggosok permukaan kulit menggunakan benda tumpul, seperti koin, yang telah diberi minyak atau balsem hingga muncul garis-garis kemerahan. Meski banyak orang merasa tubuh menjadi lebih nyaman setelah kerokan, penting untuk memahami fakta-fakta di balik praktik ini.

  1. Kerokan tidak mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Secara medis, tidak ada bukti bahwa "angin" terperangkap di dalam tubuh dan keluar melalui kerokan. Rasa lega yang dirasakan setelah kerokan lebih mungkin disebabkan oleh peningkatan aliran darah di area kulit yang digosok serta efek hangat dari minyak yang digunakan, sehingga membantu meredakan pegal dan memberikan sensasi relaksasi.

  2. Kerokan dapat membantu meredakan gejala tertentu, tetapi bukan mengobati penyebab penyakit. Keluhan seperti nyeri otot, badan pegal, atau rasa tidak nyaman mungkin berkurang setelah kerokan. Namun, jika gejala disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau kondisi medis lainnya, kerokan tidak dapat menghilangkan penyebab penyakit tersebut. Oleh karena itu, istirahat yang cukup, konsumsi cairan, dan pengobatan sesuai penyebab tetap diperlukan.

  3. Bekas merah setelah kerokan bukan tanda racun keluar dari tubuh. Garis-garis merah yang muncul terjadi karena pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit mengalami peregangan atau pecah akibat gesekan. Bekas tersebut umumnya akan memudar dalam beberapa hari dan bukan merupakan indikator banyaknya racun atau tingkat keparahan penyakit yang dialami seseorang.

  4. Kerokan tidak selalu aman untuk semua orang. Orang dengan gangguan pembekuan darah, pengguna obat pengencer darah, penderita penyakit kulit, atau mereka yang memiliki kulit sensitif sebaiknya menghindari kerokan karena berisiko menyebabkan memar, iritasi, atau perdarahan. Selain itu, kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada kulit yang sedang terluka atau mengalami infeksi.

  5. Kenali kapan harus mencari pertolongan medis. Jika keluhan seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus, atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Mengandalkan kerokan saja dapat membuat diagnosis dan penanganan penyakit yang sebenarnya menjadi tertunda.

Kerokan dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan rasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi penting untuk memahami bahwa manfaatnya lebih bersifat meredakan gejala sementara, bukan menyembuhkan penyakit. Mengimbangi kerokan dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, dan memeriksakan diri ke dokter bila gejala berlanjut merupakan langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....