Kemangi, Daun Wangi yang Lebih dari Sekadar Lalapan

  • 27 Jun 2026 17:22 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Di meja makan Indonesia, kemangi nyaris selalu hadir terselip di antara lalapan, menyatu dalam pepes, atau ditaburkan di atas nasi bakar. Namun, di balik kesederhanaannya, daun beraroma khas ini menyimpan banyak fakta menarik yang sering luput dari perhatian.

Kemangi bukan tanaman asing bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini telah lama tumbuh di pekarangan rumah dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Nusantara, meski keberadaannya kerap dianggap biasa.

Di berbagai daerah, kemangi memiliki nama yang berbeda-beda, seperti lempes di Jawa, uku-uku di Bali, dan balakama di Manado. Ragam penyebutan tersebut menunjukkan betapa dekatnya kemangi dengan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Tak hanya menjadi pelengkap hidangan, kemangi juga memiliki kandungan gizi yang cukup melimpah. Berdasarkan data USDA, setiap 100 gram kemangi segar mengandung 177 mg kalsium, 295 mg kalium, 64 mg magnesium, dan 18 mg vitamin C.

Selain kaya nutrisi, kemangi mengandung senyawa bioaktif seperti eugenol, linalool, flavonoid, dan polifenol. Senyawa eugenol diketahui memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri penyebab bau mulut serta mendukung kesehatan gusi.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kemangi berpotensi membantu menjaga kadar gula darah dan mendukung kesehatan jantung berkat kandungan kalium serta magnesiumnya. Meski demikian, sebagian besar temuan tersebut masih berasal dari penelitian praklinis sehingga masih memerlukan kajian lebih lanjut pada manusia.

Kemangi bukanlah obat, tetapi juga bukan sekadar tanaman pelengkap makanan. Daun sederhana ini merupakan bagian dari warisan kuliner dan pengobatan tradisional yang kini mulai mendapat perhatian ilmiah, sekaligus mengingatkan bahwa bahan-bahan di dapur sering kali menyimpan manfaat yang lebih besar dari yang kita bayangkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....