Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin Pimpin Kick Off Penanganan Stunting Kota Bogor
- 25 Jun 2026 18:08 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menekan angka stunting di Kota Bogor.
- Kegiatan kick off bantuan bagi balita stunting dan health talk digelar di Balai Kota Bogor dengan menyasar tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Barat,
RRI.CO.ID, Bogor - Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menekan angka stunting di Kota Bogor. Salah satu dukungan datang dari Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang kembali terlibat sebagai ibu asuh bagi balita yang masuk kategori stunting.
Kegiatan kick off bantuan bagi balita stunting dan health talk digelar di Balai Kota Bogor, pada Kamis, 25 Juni 2026, dengan menyasar tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Barat, yakni Pasir Jaya, Gunung Batu, dan Curug. Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penurunan dan pencegahan stunting melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan sebanyak 30 balita akan mendapatkan intervensi gizi selama enam bulan ke depan.
“Sebanyak 30 balita insyaallah akan diintervensi selama enam bulan ke depan dari sisi gizi melalui pemberian makanan yang bermutu bagi anak-anak yang diduga atau berpotensi mengalami stunting,” ujarnya.
Menurut Jenal, keterlibatan PIM menjadi bentuk dukungan nyata dari masyarakat dalam membantu program pemerintah. Intervensi yang dilakukan difokuskan kepada anak-anak yang belum tersentuh bantuan serupa sehingga penanganan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju Pusat, Lana T. Koentjoro, menjelaskan bantuan yang diberikan berupa telur ayam, daging ayam atau ikan, serta beras yang disalurkan setiap bulan selama enam bulan.
“Ini merupakan salah satu kontribusi nyata PIM kepada masyarakat, khususnya Kota Bogor. Selain itu, kesehatan juga menjadi salah satu program utama kami,” kata Lana.
Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, menyampaikan bahwa berbagai intervensi terus dilakukan melalui sinergi program pemerintah dan dukungan sektor swasta. Berdasarkan data Bulan Penimbangan Balita Februari 2026, jumlah balita stunting di Kota Bogor tercatat sebanyak 1.526 anak, meski lebih dari 500 anak telah dinyatakan lulus dari kondisi stunting.
Agnes menambahkan pemerintah terus melakukan pemetaan dan verifikasi data untuk memastikan seluruh balita yang membutuhkan intervensi dapat terjangkau program penanganan. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Kota Bogor menargetkan penurunan angka stunting yang lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....