Keluarga Jadi Kunci Mencegah Mantan Pengguna Narkoba Kambuh

  • 15 Jun 2026 05:09 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor menegaskan bahwa peran keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan pemulihan mantan pengguna narkoba. Meski telah menyelesaikan program rehabilitasi, seseorang yang pernah mengalami penyalahgunaan narkoba masih memiliki risiko untuk kembali menggunakan zat terlarang tersebut atau mengalami kekambuhan (relapse).

Dalam dialog bersama Pro 2 RRI Bogor, Kamis 11 Juni 2026, Perawat Terampil BNN Kabupaten Bogor, Khairunnisa Fajrin, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi bukanlah akhir dari perjuangan seorang klien. Justru, tantangan terbesar sering kali muncul setelah mereka kembali ke lingkungan sosial dan menjalani kehidupan sehari-hari.

“Banyak yang pikir kalau selesai rehabilitasi berarti masalahnya sudah selesai. Padahal selesai rehabilitasi justru perjuangan klien baru dimulai. Karena sifat penyalahgunaan narkoba itu pulih, bukan sembuh. Sewaktu-waktu mereka bisa mengalami kekambuhan atau relapse.” ujarnya.

Menurutnya, keluarga memiliki peran sebagai garda terdepan dalam membantu klien menghindari pemicu yang dapat menyebabkan kekambuhan. Salah satunya dengan memastikan mantan pengguna tidak kembali bergaul dengan lingkungan atau kelompok pertemanan yang sebelumnya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Selain pengawasan, dukungan emosional dari keluarga juga dinilai sangat penting. Khairunnisa mengatakan, mantan pengguna narkoba kerap menghadapi stigma negatif dari masyarakat yang membuat mereka merasa minder, dijauhi, bahkan kehilangan kepercayaan diri untuk memulai kehidupan baru. Dalam kondisi tersebut, keluarga menjadi tempat pertama yang dapat memberikan rasa aman dan penerimaan.

“Klien sangat membutuhkan dukungan emosional dari keluarga agar mereka merasa diterima dan memiliki tujuan hidup yang baru. Keluarga juga menjadi benteng pertama bagi klien dalam menghadapi stigma negatif yang ada di masyarakat.” katanya.

Khairunnisa menambahkan, komunikasi yang terbuka dan tidak menghakimi menjadi kunci utama dalam proses pendampingan. Keluarga diharapkan mampu mendengarkan keluh kesah klien tanpa terus-menerus mengungkit kesalahan masa lalu. Dengan demikian, mantan pengguna akan lebih nyaman untuk berbagi masalah yang mereka hadapi selama proses pemulihan.

“Komunikasi harus terbuka dan dua arah. Klien perlu diberi ruang untuk menyampaikan apa yang sedang dirasakan. Keluarga juga harus mampu mendengarkan tanpa menghakimi dan tidak mengungkit kesalahan yang sudah dilakukan.” jelasnya.

BNN Kabupaten Bogor juga mengingatkan agar keluarga tidak melakukan kesalahan yang justru dapat menghambat proses pemulihan, seperti mengisolasi klien dari lingkungan sosial atau memaksakan kesembuhan dalam waktu singkat. Pemulihan penyalahgunaan narkoba merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk memperkuat proses tersebut, BNN menyediakan program pasca rehabilitasi dan pendampingan keluarga, termasuk melalui kegiatan Family Support Group yang melibatkan klien, keluarga, dan konselor. Melalui program ini, keluarga dapat saling berbagi pengalaman, memahami tantangan yang dihadapi, serta mencari solusi bersama dalam mendukung pemulihan anggota keluarganya.

Khairunnisa pun mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada mantan pengguna narkoba agar dapat kembali hidup produktif. Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan yang positif akan membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik serta mengurangi risiko kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....