Madu Lebah Indonesia Simpan Probiotik Antikanker Alami

  • 15 Jun 2026 11:25 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ema Damayanti, berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asal Indonesia. Temuan ini membuka peluang pengembangan produk pangan fungsional karena bakteri tersebut memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari aktivitas antibakteri hingga potensi antikanker.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN bersama mitra peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Riset memanfaatkan sampel madu dan bee pollen yang berasal dari tujuh spesies lebah tanpa sengat yang ditemukan di wilayah Yogyakarta dan Sumbawa.

Peneliti PRTPP BRIN, Ema Damayanti, menjelaskan bahwa madu lebah tanpa sengat selama ini dikenal kaya akan senyawa bioaktif. Namun, menurutnya, keberadaan mikroorganisme probiotik yang hidup di dalam madu dan bee pollen masih belum banyak diteliti. Dalam keterangan yang dikutip berdasarakan hasil penelitian yang sebelumnya dipublikasikan pada 2025, Ema menyebut bakteri yang ditemukan mampu bertahan dalam kondisi saluran pencernaan manusia serta menunjukkan aktivitas biologis yang menjanjikan.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, tim peneliti mengisolasi bakteri asam laktat dari berbagai spesies lebah tanpa sengat, di antaranya Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi. Dari sejumlah isolat yang diperoleh, tujuh isolat terbaik dipilih berdasarkan kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Selanjutnya, isolat unggulan dianalisis menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS), metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, serta berbagai pengujian karakter probiotik. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri tersebut teridentifikasi sebagai Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici yang memiliki karakteristik probiotik yang kuat.

Penelitian juga membuktikan bahwa bakteri hasil isolasi mampu menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Selain itu, bakteri tersebut menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi dan potensi antikanker terhadap lini sel kanker kolon WiDr. Ema Damayanti juga mengungkapkan adanya aktivitas penghambatan enzim α-amilase yang berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan sehat.

Ke depan, BRIN akan melanjutkan penelitian pada tahap formulasi produk dan pengujian aplikasi dalam pangan fermentasi maupun suplemen probiotik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan, stabilitas, serta efektivitas bakteri pada skala industri. Hasil riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology serta memperoleh pendaftaran paten bernomor S00202605018.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....