Serangan Jantung Bisa Terasa Seperti Asam Lambung, Ini Penjelasan

  • 31 Mei 2026 08:02 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Serangan jantung selama ini sering dikenal masyarakat sebagai kondisi medis yang ditandai dengan nyeri dada hebat dan rasa tertekan di bagian dada. Namun, penjelasan medis terbaru menunjukkan bahwa gejala serangan jantung tidak selalu muncul dengan pola yang sama pada setiap orang, sehingga sering kali membingungkan dan tidak disadari sejak awal.

Dikutip dari Hindustan Times, seorang dokter dari Maryland menjelaskan bahwa dalam sejumlah kasus, serangan jantung justru dapat menimbulkan sensasi yang sangat mirip dengan gangguan pencernaan atau asam lambung. Kondisi ini membuat banyak pasien mengira bahwa mereka hanya mengalami maag atau refluks asam lambung biasa, padahal sebenarnya sedang mengalami keadaan darurat pada jantung.

Gejala yang muncul dapat berupa rasa terbakar di dada atau sensasi tidak nyaman pada bagian tengah dada yang menyerupai heartburn. Tidak hanya itu, rasa sakit atau ketidaknyamanan juga dapat dirasakan pada area perut bagian atas sehingga semakin memperkuat kesan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan masalah lambung.

Karena kemiripan inilah, banyak orang akhirnya memilih mengobati diri sendiri dengan obat asam lambung tanpa melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Padahal, tindakan tersebut dapat berbahaya karena jika penyebab sebenarnya adalah serangan jantung, maka keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi pasien secara signifikan.

Perbedaan antara serangan jantung dan asam lambung sebenarnya dapat dilihat dari beberapa karakteristik gejala. Asam lambung umumnya dipicu oleh makanan tertentu seperti makanan pedas, asam, berlemak, atau konsumsi berlebihan, dan biasanya gejalanya dapat mereda setelah mengonsumsi obat antasida.

Sebaliknya, serangan jantung tidak selalu berkaitan dengan makanan dan dapat terjadi kapan saja, baik saat aktivitas ringan maupun saat sedang beristirahat. Gejalanya juga tidak akan membaik hanya dengan obat lambung, bahkan dapat terus berlanjut atau semakin memburuk seiring waktu.

Selain sensasi terbakar atau nyeri di dada, serangan jantung juga dapat disertai gejala lain yang lebih serius dan perlu diwaspadai. Gejala tersebut antara lain sesak napas, mual, muntah, keringat dingin, hingga rasa lemas yang tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Dalam beberapa kasus, nyeri akibat serangan jantung juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung. Penyebaran rasa sakit ini menjadi salah satu tanda penting yang membedakan serangan jantung dari gangguan pencernaan biasa.

Dokter tersebut menegaskan bahwa kesalahan dalam mengenali gejala awal dapat berakibat fatal karena penanganan serangan jantung membutuhkan waktu yang sangat cepat. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk menyelamatkan fungsi jantung dan mengurangi risiko kematian.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan rasa tidak nyaman di dada yang tidak biasa, terutama jika gejala berlangsung lama atau disertai tanda-tanda lain yang mencurigakan. Pemeriksaan medis segera menjadi langkah paling aman untuk memastikan penyebab sebenarnya dari keluhan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....