Penelitian Ungkap Manfaat Kopi bagi Otak dan Usus

  • 19 Mei 2026 08:42 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan energi dan menjaga konsentrasi. Namun, penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi ternyata jauh lebih luas, termasuk memengaruhi hubungan antara kesehatan usus dan kondisi mental seseorang.

Dilansir dari SciTechDaily, para peneliti di APC Microbiome Ireland dan University College Cork untuk pertama kalinya meneliti secara rinci bagaimana kopi memengaruhi sumbu usus-otak atau gut-brain axis. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi kopi rutin, baik berkafein maupun tanpa kafein, mampu memengaruhi mikrobioma usus sekaligus suasana hati dan tingkat stres.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications melalui studi berjudul Habitual coffee intake shapes the gut microbiome and modifies host physiology and cognition. Penelitian yang didukung Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC) itu menyoroti bagaimana kopi berinteraksi dengan sistem komunikasi dua arah antara usus dan otak.

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan melibatkan 31 peminum kopi dan 31 peserta yang tidak mengonsumsi kopi. Para peserta menjalani evaluasi psikologis, pencatatan pola makan dan konsumsi kafein, serta pengambilan sampel tinja dan urine untuk memantau perubahan mikroba usus, suasana hati, hingga tingkat stres. Peminum kopi dalam studi ini didefinisikan sebagai individu yang rutin mengonsumsi tiga hingga lima cangkir kopi per hari, jumlah yang dinilai aman dan moderat menurut European Food Safety Authority (EFSA).

Peserta kemudian diminta berhenti mengonsumsi kopi selama dua minggu. Selama periode tersebut, para peminum kopi rutin menunjukkan perubahan signifikan pada profil metabolit usus dibandingkan kelompok non-peminum kopi. Setelah itu, peserta kembali diberikan kopi secara tersamar, sebagian menerima kopi berkafein dan sebagian lainnya kopi tanpa kafein.

Hasilnya, kedua kelompok melaporkan tingkat stres, depresi, dan impulsivitas yang lebih rendah. Peneliti juga menemukan adanya peningkatan bakteri tertentu pada peminum kopi, seperti Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum, yang berperan dalam pembentukan asam lambung dan asam empedu. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu tubuh melawan bakteri berbahaya di saluran pencernaan.

Menariknya, kopi tanpa kafein justru menunjukkan peningkatan lebih jelas pada kemampuan belajar dan daya ingat peserta. Hal ini mengindikasikan adanya peran senyawa lain, seperti polifenol, dalam mendukung fungsi kognitif. Sementara itu, kopi berkafein dikaitkan dengan penurunan kecemasan, peningkatan kewaspadaan, serta risiko peradangan yang lebih rendah.

Peneliti utama studi, John Cryan, mengatakan kopi bukan sekadar sumber kafein, melainkan faktor makanan kompleks yang dapat memengaruhi mikroba usus, metabolisme tubuh, hingga kesejahteraan emosional manusia. Ia menilai, di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan pencernaan, kopi berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang bila dikonsumsi secara wajar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....