Patah Hati Bisa Picu Gangguan Kesehatan Jantung

  • 07 Mei 2026 15:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Patah hati bukan sekadar ungkapan emosional biasa. Di balik perasaan sedih yang mendalam, terdapat ancaman kesehatan yang nyata bagi tubuh.

Dilansir dari laman Mount Elizabeth Hospital, kondisi ini dikenal secara medis sebagai kardiomiopati stres atau sindrom patah hati. Kondisi tersebut terjadi ketika ventrikel kiri jantung melemah akibat tekanan emosional yang berat.

Pemicunya adalah lonjakan hormon stres yang terjadi secara ekstrem dalam tubuh. Saat seseorang mengalami guncangan emosional besar, tubuh dapat melepaskan adrenalin jauh melebihi batas normal.

Guncangan emosional seperti putus cinta, kehilangan orang tersayang, hingga rasa bahagia berlebihan bisa memicu gejala serius dalam hitungan menit. Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri dada mendadak, sesak napas, detak jantung tidak teratur, hingga pingsan.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic Health Essentials, sindrom patah hati memang tampak mirip dengan serangan jantung. Namun, keduanya memiliki penyebab yang berbeda secara mendasar.

Serangan jantung umumnya terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung. Sementara itu, sindrom patah hati dipicu oleh lonjakan hormon stres yang mengganggu kemampuan jantung memompa darah secara normal.

Duka yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan lainnya. Tekanan darah bisa terus meningkat, pembuluh darah menjadi lebih reaktif, dan risiko pembekuan darah ikut bertambah, terutama pada penderita gangguan jantung.

Meski terdengar mengkhawatirkan, sebagian besar kondisi ini dapat pulih dengan penanganan yang tepat. Jika muncul nyeri dada atau sesak napas mendadak, segera cari bantuan medis, sementara kesedihan berkepanjangan sebaiknya ditangani bersama tenaga profesional kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....