Benarkah Ikan Asin Bisa Picu Kanker? Ini Penjelasannya

  • 23 Apr 2026 20:08 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Konsumsi ikan asin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah informasi di media sosial menyebutkan makanan tersebut dapat memicu kanker. Informasi ini merujuk pada klasifikasi dari International Agency for Research on Cancer yang memasukkan ikan asin tertentu ke dalam kelompok karsinogen.

Dalam klasifikasi tersebut, ikan asin yang diawetkan dengan cara tradisional, terutama yang diasinkan dan dikeringkan, termasuk dalam Grup 1 karsinogen. Artinya, terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa konsumsi jenis makanan tersebut dapat menyebabkan kanker pada manusia, khususnya kanker nasofaring atau kanker di area hidung dan tenggorokan.

Meski demikian, penting dipahami bahwa istilah “Grup 1” tidak berarti tingkat bahayanya sama dengan zat lain seperti rokok. Klasifikasi ini hanya menunjukkan bahwa bukti penyebab kanker sudah terbukti secara ilmiah, bukan tingkat risiko yang identik. Dengan kata lain, risiko tetap bergantung pada jumlah dan frekuensi konsumsi.

Penelitian menunjukkan bahwa proses pengasinan dan pengeringan ikan dapat menghasilkan senyawa nitrosamin, yaitu zat kimia yang berpotensi memicu kanker. Senyawa ini terbentuk dari reaksi antara nitrit dan protein dalam kondisi tertentu, terutama pada proses pengawetan tradisional.

Selain ikan asin, beberapa contoh lain yang juga masuk dalam Grup 1 karsinogen antara lain rokok, alkohol, daging olahan, serta paparan radiasi ultraviolet dari matahari. Namun, masing-masing memiliki tingkat paparan dan risiko yang berbeda tergantung gaya hidup dan lingkungan.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi ikan asin dan tetap menjaga pola makan seimbang. Mengombinasikan dengan makanan segar serta memperhatikan cara pengolahan dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan jangka panjang.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkan informasi yang beredar. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....