Daging Analog dari Koro Pedang, Inovasi BRIN untuk Protein Masa Depan

  • 14 Apr 2026 13:49 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Inovasi daging analog berbahan dasar koro pedang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai alternatif sumber protein yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Produk ini menawarkan tekstur menyerupai daging, namun berasal dari bahan nabati lokal.

Dikutip dari Instagram resmi BRIN, daging analog ini dibuat dari tempe koro pedang yang telah melalui proses fermentasi dan teknologi pengolahan modern. Hasilnya, produk memiliki tekstur berserat mirip daging dengan kandungan protein tinggi.

Koro pedang atau Canavalia ensiformis dipilih karena memiliki kandungan protein sekitar 27,81 persen. Tanaman ini dinilai potensial sebagai bahan baku alternatif protein berbasis pangan lokal Indonesia.

Dalam proses produksinya, tempe koro pedang diformulasikan dengan tepung gluten dan mocaf, lalu diproses menggunakan teknologi ekstrusi. Teknik ini menghasilkan struktur berserat yang menyerupai daging asli.

Salah satu temuan penting dalam riset ini adalah pemanfaatan mikoprotein dari jamur Fusarium venenatum yang dinilai sangat potensial sebagai bahan dasar daging analog. Inovasi ini juga telah memperoleh paten dengan nomor P00202504276.

Periset Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, R. Haryo Bimo Setiarto, menyebut bahwa teknologi fermentasi dan ekstrusi mampu meningkatkan nilai gizi sekaligus menghadirkan alternatif pangan yang lebih berkelanjutan.

Selain tinggi protein, daging analog ini bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh. Produk ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan daging hewani.

Pengembangan daging analog berbasis koro pedang diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan nasional serta menjadi solusi penyediaan protein masa depan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....