Waspada, Mikroplastik Diam-Diam Masuk saat Kita Menyantap Makanan

  • 14 Apr 2026 11:39 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Tanpa disadari, manusia modern hidup berdampingan sangat dekat dengan plastik—bahkan hingga ke dalam tubuh. Mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, kini ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Fenomena ini menjadi perhatian serius para ilmuwan, mengingat dampaknya yang belum sepenuhnya dipahami, namun berpotensi membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Sebuah studi di Amerika Serikat pada 2024 mengungkapkan bahwa dalam satu kali makan, seseorang dapat mengonsumsi sekitar 74 hingga 220 partikel mikroplastik. Jika diakumulasikan, jumlah tersebut bisa mencapai 39.000 hingga 52.000 partikel per tahun hanya dari makanan. Angka ini belum termasuk paparan dari botol minum plastik, kemasan makanan, serta peralatan dapur yang turut berkontribusi terhadap masuknya mikroplastik ke dalam tubuh.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting,apakah mikroplastik bisa keluar dari tubuh secara alami? Sebagian partikel memang dapat dikeluarkan bersama sistem pencernaan melalui tinja. Namun, ada kekhawatiran bahwa sebagian lainnya bisa menembus dinding usus dan masuk ke aliran darah, sehingga berpotensi menumpuk di organ tubuh.

Harapan muncul dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Food Frontiers pada 24 Juni 2024. Studi tersebut menyebutkan bahwa serat makanan memiliki kemampuan untuk mengikat mikroplastik di dalam usus. Serat, baik yang larut maupun tidak larut, dapat membentuk gel yang berfungsi sebagai penghalang, sehingga partikel mikroplastik tidak mudah terserap ke dalam tubuh dan lebih mudah dikeluarkan bersama limbah pencernaan.

Temuan serupa juga diperkuat oleh penelitian pada 2025 yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Tokai, Jepang. Dalam eksperimen tersebut, tikus yang diberi asupan serat jenis kitosan menunjukkan kemampuan lebih tinggi dalam mengeluarkan mikroplastik dibandingkan kelompok lain.

Mengutip dari BBC Science Focus,Peneliti utama, Prof. Muneshige Shimizu, menyatakan bahwa kitosan terbukti mampu mengikat mikroplastik secara efektif.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak semua jenis serat memiliki efek yang sama. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan jenis serat paling efektif dalam membantu tubuh mengeliminasi mikroplastik. Di sisi lain, dampak mikroplastik terhadap kesehatan juga menjadi perhatian serius, karena dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker tertentu, gangguan metabolisme, serta peradangan akibat paparan zat kimia berbahaya seperti PFAS, ftalat, dan bisfenol A.

Untuk mengurangi paparan, para ahli menyarankan langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Lisa Zimmermann dari Food Packaging Forum menyarankan masyarakat untuk lebih memilih bahan pangan segar dari pasar lokal, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik. Upaya ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan paparan mikroplastik, tetapi dapat secara signifikan menguranginya. Pada akhirnya, kesadaran menjadi kunci penting dalam menghadapi ancaman yang tak kasat mata ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....