Berkebun Bisa Turunkan Risiko Penyakit Mental hingga Tingkatkan Harapan Hidup

  • 13 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Aktivitas berkebun tidak lagi sekadar hobi mengisi waktu luang. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berkebun memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik, bahkan berpotensi memperpanjang usia melalui peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances (2019) oleh tim dari University of Exeter menemukan bahwa individu yang rutin terpapar ruang hijau, termasuk melalui aktivitas seperti berkebun, memiliki tingkat stres lebih rendah dan kesejahteraan mental yang lebih baik. Studi ini juga menunjukkan adanya penurunan signifikan pada risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Selain itu, kajian dalam jurnal Journal of Health Psychology (2017) mengungkapkan bahwa aktivitas berkebun secara konsisten berkaitan dengan peningkatan suasana hati serta penurunan gejala depresi. Aktivitas ini memberikan efek relaksasi karena melibatkan interaksi langsung dengan alam, yang terbukti mampu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol.

Manfaat berkebun juga berkaitan dengan umur panjang. Studi longitudinal di Eropa yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan seperti berkebun dapat menurunkan risiko kematian dini, terutama pada kelompok usia lanjut. Kombinasi gerak fisik, paparan sinar matahari, serta keterlibatan emosional menjadi faktor penting dalam hasil tersebut.

Dalam konteks terapi, berkebun dikenal sebagai bagian dari horticultural therapy. Pendekatan ini telah digunakan dalam berbagai intervensi kesehatan, termasuk untuk individu dengan ADHD, autisme, dan kecanduan. Publikasi dalam Journal of Therapeutic Horticulture mencatat bahwa aktivitas berkebun dapat membantu meningkatkan fokus, mengurangi impulsivitas, serta memberikan efek menenangkan pada sistem saraf.

Bagi individu dengan autisme, kegiatan berkebun dapat membantu stimulasi sensorik sekaligus meningkatkan interaksi sosial secara bertahap. Sementara pada ADHD, aktivitas ini membantu melatih konsentrasi melalui rutinitas yang terstruktur. Dalam rehabilitasi kecanduan, berkebun juga digunakan untuk membangun rasa tanggung jawab dan memberikan pengalaman positif yang berkelanjutan.

Lebih jauh, berkebun memberikan rasa pencapaian yang sederhana namun bermakna. Proses menanam hingga merawat tanaman yang tumbuh menjadi bentuk terapi alami yang memperkuat kesehatan mental. Hal ini menjadikan berkebun sebagai salah satu alternatif aktivitas yang mudah diakses dan berdampak luas.

Dengan dukungan bukti ilmiah yang semakin kuat, berkebun dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan kesehatan fisik, serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....