Fenomena “Cringe” Bikin Gen Z Makin Tertutup dalam Bersosialisasi
- 10 Apr 2026 18:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Rasa takut dianggap “cringe” atau memalukan kini menjadi fenomena yang semakin memengaruhi kehidupan sosial generasi Z (Gen Z). Ketakutan ini tidak hanya muncul di media sosial, tetapi juga berdampak pada interaksi sehari-hari.
Dikutip dari Yahoo Life, lebih dari separuh Gen Z mengaku menahan diri untuk mengekspresikan perasaan maupun pendapat karena khawatir dinilai negatif oleh orang lain. Kondisi ini membuat banyak dari mereka memilih diam dibanding mengambil risiko dinilai “memalukan”.
Fenomena tersebut bahkan meluas ke ranah emosional. Sekitar 55 persen responden menyatakan mereka kesulitan membuka diri kepada orang lain karena rasa takut tersebut, sehingga hubungan sosial menjadi kurang terbuka.
Tidak hanya itu, ketakutan ini juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Sejumlah Gen Z mengaku ragu menjalin hubungan, mencoba hobi baru, hingga mengambil peluang karier karena khawatir akan penilaian lingkungan.
Para ahli menilai kondisi ini dipengaruhi oleh kebiasaan Gen Z yang tumbuh di era digital. Kehidupan yang selalu terhubung dengan media sosial membuat mereka merasa terus diawasi dan dinilai oleh banyak orang.
Situasi ini memunculkan semacam “sensor diri” yang membatasi kebebasan berekspresi. Banyak anak muda akhirnya memilih untuk menyaring apa yang mereka katakan, lakukan, bahkan rasakan agar tidak menjadi bahan penilaian publik.
Meski demikian, sebagian mulai menyadari dampak dari fenomena ini dan berupaya mengatasinya dengan lebih menerima diri sendiri serta mengurangi ketergantungan pada validasi sosial.
Fenomena “cringe” ini menunjukkan perubahan dinamika sosial di era digital, di mana tekanan untuk tampil sempurna dapat memengaruhi cara generasi muda membangun hubungan dan mengekspresikan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....