Waspada Kentang Bertunas, Bisa Ganggu Kesehatan Pencernaan

  • 09 Apr 2026 22:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Gaya hidup minim aktivitas fisik atau sedentari semakin menjadi perhatian para ahli kesehatan. Kebiasaan duduk terlalu lama, baik saat bekerja maupun bersantai, disebut dapat mempercepat proses penuaan otak dan menurunkan fungsi kognitif secara bertahap.

Dilansir dari Eating Well, para pakar mengungkapkan bahwa durasi duduk yang berlebihan memiliki kaitan erat dengan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, serta meningkatnya risiko gangguan neurodegeneratif seperti demensia. Bahkan, risiko ini tetap dapat terjadi meskipun seseorang rutin berolahraga, jika sebagian besar waktunya tetap dihabiskan dalam posisi tidak aktif.

Kurangnya pergerakan tubuh berdampak langsung pada aliran darah ke otak. Padahal, otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang stabil untuk menjaga kinerjanya. Ketika tubuh terlalu lama diam, sirkulasi darah menjadi kurang optimal sehingga memengaruhi fungsi sel-sel otak, termasuk dalam hal konsentrasi dan pengambilan keputusan.

Selain itu, kebiasaan sedentari juga berpotensi mempercepat penyusutan volume otak, khususnya pada bagian yang berperan dalam memori. Kondisi ini dapat mempercepat penurunan daya ingat serta meningkatkan risiko gangguan kognitif di usia lanjut.

Tidak hanya itu, kurangnya aktivitas fisik juga menghambat kemampuan otak dalam beradaptasi atau membentuk koneksi baru, yang dikenal sebagai neuroplastisitas. Kemampuan ini sangat penting dalam proses belajar, menyerap informasi, serta menjaga ketajaman berpikir.

Dari sisi kesehatan secara menyeluruh, gaya hidup yang kurang aktif juga kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung, obesitas, hingga diabetes. Kondisi-kondisi tersebut turut memberikan dampak negatif terhadap kesehatan otak, sehingga memperbesar risiko penurunan fungsi kognitif.

Meski terdengar sederhana, perubahan kebiasaan kecil dinilai dapat memberikan dampak signifikan. Para ahli menyarankan untuk mengurangi durasi duduk dengan cara berdiri secara berkala, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap beberapa jam. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu membantu menjaga aliran darah tetap lancar.

Selain itu, menerapkan pola hidup aktif seperti rutin berjalan kaki, menggunakan tangga, atau melakukan olahraga ringan juga dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penurunan fungsi otak sejak dini. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci dalam menjaga kualitas hidup tetap optimal hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....