Diabetes Silent Killer, PERSADIA Ajak Hidup Sehat

  • 07 Apr 2026 19:31 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Penyakit diabetes melitus dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh secara diam-diam karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga menimbulkan komplikasi serius.
  • penderita diabetes tetap dapat menjalani kehidupan secara normal selama mampu mengelola penyakitnya dengan baik.

RRI.CO.ID, Bogor – Penyakit diabetes melitus dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh secara diam-diam karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga menimbulkan komplikasi serius. Kondisi ini menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat memicu penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kebutaan.

Data federasi diabetes internasional menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia. Diperkirakan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes, dan angka tersebut berpotensi meningkat seiring perubahan pola hidup masyarakat.

Selain itu, diabetes juga menjadi salah satu penyebab kematian utama. Berbagai laporan kesehatan menyebutkan komplikasi diabetes berkontribusi terhadap puluhan hingga ratusan ribu kematian setiap tahunnya di Indonesia, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian menjadi sangat penting.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Bogor, Susanti Suharto, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama pencegahan. Edukasi mengenai deteksi dini dan pengendalian faktor risiko terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kesehatan.

“Diabetes merupakan pembunuh secara diam-diam, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

Ia menambahkan, penderita diabetes tetap dapat menjalani kehidupan secara normal selama mampu mengelola penyakitnya dengan baik. Pendekatan hidup berdampingan dengan diabetes dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat yang konsisten.

“Mereka yang sudah mengidap harus bisa hidup berdampingan dengan mengikuti pola hidup sehat dan gerakan lima pola mencegah serta penanganan diabetes,” katanya.

Lima langkah tersebut meliputi menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, memantau kadar gula darah secara berkala, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan berisiko seperti konsumsi gula berlebihan dan merokok. Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....