Vaksinasi HPV Massal Upaya Cegah Kanker Serviks di Bogor
- 03 Apr 2026 13:49 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kegiatan vaksinasi Human Papilloma Virus yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia Kota Bogor mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bogor.
- Vaksinasi yang diikuti sekitar 190 peserta ini difokuskan pada upaya perlindungan dini terhadap kanker serviks.
RRI.CO.ID, Bogor - Kegiatan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia Kota Bogor mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bogor. Program tersebut menjadi langkah pencegahan kanker leher rahim yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Vaksinasi yang diikuti sekitar 190 peserta ini difokuskan pada upaya perlindungan dini terhadap kanker serviks. Selain imunisasi, kegiatan juga disertai edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan.
| Baca juga: Kota Bogor Peringati Hari Kanker Sedunia |
Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa angka kasus kanker serviks secara nasional masih cukup tinggi. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Secara nasional terdapat sekitar 37.000 kasus baru, bahkan 20.700 kematian atau sekitar 56 kematian per hari. Artinya, data ini memang menjadi perhatian serius,” ujar Jenal Mutaqin di Gedung Laboratorium BPOM Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kamis, 2 April 2026.
Ia menambahkan bahwa pencegahan harus diiringi edukasi yang masif kepada masyarakat. Menurutnya, kanker serviks kerap tidak terdeteksi sejak dini sehingga langkah preventif menjadi sangat penting.
“Kanker ini sulit diidentifikasi secara kasat mata. Untuk itu, diperlukan edukasi yang masif serta langkah-langkah pencegahan yang tepat agar masyarakat bisa lebih waspada,” jelasnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi dilatarbelakangi tingginya angka penderita kanker serviks, khususnya di wilayah Bogor. Ia memastikan vaksin yang digunakan telah memenuhi standar keamanan kesehatan dan pelaksanaan dilakukan bersama Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Bogor.
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Kota Bogor, Meira Sophia, memaparkan tren kasus kanker yang masih meningkat. Ia menyebut lima jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor meliputi kanker payudara, serviks, kolorektal, prostat, dan paru-paru sehingga diperlukan perhatian lintas sektor untuk menanganinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....