Cairan Pencuci Piring Disebut Berpotensi Berbahaya, Ini Penjelasannya

  • 28 Mar 2026 18:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Cairan pencuci piring yang umum digunakan sehari-hari ternyata disebut berpotensi mengandung zat kimia yang dapat berdampak pada kesehatan. Seorang ahli bedah ortopedi mengingatkan bahwa produk ini bisa menjadi salah satu bahan paling “toksik” di dapur jika tidak digunakan dengan bijak.

Dilansir dari Hindustan Times, beberapa cairan pencuci piring mengandung campuran bahan kimia seperti pewangi sintetis, pengawet, dan surfaktan yang berfungsi mengangkat lemak. Meski efektif membersihkan, kandungan ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jika terpapar terus-menerus.

Salah satu risiko yang disoroti adalah kemungkinan adanya residu bahan kimia yang tertinggal pada peralatan makan. Residu ini dapat ikut masuk ke dalam tubuh saat digunakan, terutama jika proses pembilasan tidak dilakukan dengan sempurna.

Selain itu, beberapa bahan dalam sabun cuci piring juga dapat memicu iritasi kulit. Paparan berulang diketahui bisa menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, bahkan mengalami peradangan, terutama pada individu dengan kulit sensitif.

Tidak hanya itu, kandungan antibakteri tertentu seperti triclosan juga pernah menjadi perhatian karena dapat bereaksi dengan zat lain dan menghasilkan senyawa berbahaya. Dalam kondisi tertentu, senyawa ini bahkan dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan jika terpapar dalam jangka panjang.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penggunaan cairan pencuci piring tetap aman selama digunakan sesuai aturan. Risiko kesehatan umumnya muncul akibat paparan berlebihan, penggunaan yang tidak tepat, atau pembilasan yang kurang bersih.

Untuk itu, masyarakat disarankan menggunakan sabun secukupnya, membilas peralatan makan hingga benar-benar bersih, serta memilih produk dengan kandungan yang lebih aman. Menggunakan sarung tangan saat mencuci juga dapat membantu mengurangi paparan langsung pada kulit. Dengan penggunaan yang tepat dan bijak, cairan pencuci piring tetap dapat digunakan secara aman tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....