Waspada Campak, Dinkes Jabar Imbau Lengkapi Imunisasi Anak
- 25 Mar 2026 08:37 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Penyakit campak kembali menjadi perhatian di wilayah Jawa Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular.
Dikutip dari instagram resmi Dinas Kesehatan Jawa Barat, campak dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Penularan terjadi saat penderita batuk, bersin, atau bahkan saat bernapas di sekitar orang lain. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.094 kasus telah terkonfirmasi laboratorium dengan angka kematian mencapai 69 jiwa. Memasuki awal tahun 2026, tren kasus masih terus ditemukan. Hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek dan 572 kasus terkonfirmasi dengan 4 kematian.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala campak sejak dini. Gejala yang umum antara lain demam tinggi, mata merah, hidung berair, batuk, serta muncul ruam merah di kulit. Selain itu, campak juga dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Komplikasi tersebut meliputi pneumonia, gangguan otak, diare berat, hingga risiko kebutaan dan tuli.
Untuk mencegah penularan, imunisasi menjadi langkah paling efektif yang dapat dilakukan. Orang tua diminta memastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubella sesuai jadwal yang telah ditentukan. Imunisasi diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan sebagai booster, serta saat anak duduk di kelas 1 SD. Program ini menjadi bagian penting dalam perlindungan kesehatan anak secara menyeluruh.
Selain imunisasi campak, anak juga perlu mendapatkan imunisasi dasar lainnya. Di antaranya Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, PCV, dan Rotavirus. Masyarakat diimbau tidak menunda imunisasi demi melindungi anak dari risiko penyakit berbahaya. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan imunisasi anak lengkap.
Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah penyebaran campak. Dengan kesadaran bersama, diharapkan kasus campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi wabah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....