Makan Yoghurt Picu Batuk dan Flu? Ini Penjelasan Dokter
- 28 Feb 2026 13:34 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Konsumsi yoghurt kerap dikaitkan dengan munculnya batuk dan flu, terutama jika dikonsumsi pada malam hari. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar secara medis.
Dilansir dari laman Hindustan Times, seorang dokter spesialis gastroenterologi menjelaskan bahwa batuk dan flu disebabkan oleh infeksi virus, bukan karena konsumsi yoghurt. Pada sebagian orang yang sensitif terhadap makanan dingin, yoghurt yang dikonsumsi dalam kondisi sangat dingin memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan atau sensasi lendir lebih banyak, tetapi bukan menjadi penyebab infeksi.
Dokter tersebut menegaskan bahwa yoghurt justru termasuk makanan yang menyehatkan. Kandungan probiotik di dalamnya membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus serta mendukung sistem pencernaan. Selain itu, yoghurt juga kaya protein dan kalsium yang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan tubuh secara keseluruhan.
Terkait waktu konsumsi, yoghurt boleh saja dimakan pada malam hari selama tidak menimbulkan keluhan pada individu tertentu. Namun, bagi yang memiliki masalah sinus atau sensitif terhadap makanan dingin, disarankan mengonsumsinya dalam suhu ruang dan tidak berlebihan.
Bagi penderita intoleransi laktosa, yoghurt umumnya lebih mudah dicerna dibandingkan susu karena proses fermentasi telah memecah sebagian laktosa. Meski demikian, jika muncul gejala seperti kembung atau tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
Dokter juga menyarankan memilih yoghurt tanpa tambahan gula agar manfaat kesehatannya lebih optimal, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang menjaga kadar gula darah.
Dengan demikian, yoghurt tidak secara langsung menyebabkan batuk maupun flu. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan sesuai kondisi tubuh, makanan fermentasi ini tetap menjadi pilihan sehat untuk mendukung pencernaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....