Kemenkes Waspadai Dinamika Campak Nasional dan Global
- 28 Feb 2026 01:15 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perkembangan kasus campak yang masih terjadi di tingkat nasional maupun global. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya peningkatan laporan kasus di sejumlah wilayah serta dinamika penularan di beberapa negara.
Dilansir dari laman resmi kemkes.go.id, pada Jumat, 27 Februari 2026, Kemenkes mencatat bahwa kasus suspek dan konfirmasi campak masih ditemukan di berbagai provinsi. Pemerintah menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada kelompok yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa sistem kewaspadaan dini terus diperkuat untuk merespons setiap temuan kasus. Ia menegaskan, respons cepat dan pelaporan tepat waktu menjadi kunci dalam mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan tinggi sehingga setiap peningkatan kasus harus segera ditindaklanjuti. Penguatan surveilans dan respons cepat menjadi langkah penting dalam pengendalian,” ujarnya.
Selain penguatan surveilans, Kemenkes juga menekankan pentingnya imunisasi campak-rubella sebagai upaya pencegahan paling efektif. Pemerintah terus mendorong daerah dengan cakupan imunisasi rendah agar melakukan percepatan layanan dan edukasi kepada masyarakat.
“Secara nasional cakupan imunisasi sudah cukup baik, namun masih terdapat kantong wilayah dengan cakupan rendah. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya penularan,” katanya.
Kemenkes juga memantau perkembangan kasus campak di tingkat global karena mobilitas antarnegara dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh sebab itu, koordinasi lintas sektor dan kerja sama internasional terus dilakukan guna memastikan langkah pengendalian berjalan optimal.
Masyarakat diimbau untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam dan ruam. Pemerintah berharap kewaspadaan bersama dapat menekan risiko penularan dan menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....