Cara Membersihkan dan Mengolah Jamur Champignon agar Tetap Lezat dan Bernutrisi
- 22 Feb 2026 23:01 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Jamur champignon atau jamur kancing (Agaricus bisporus) adalah satu jenis jamur paling banyak dikonsumsi. Jamur ini mudah diolah dan cocok dipadukan dengan berbagai hidangan seperti tumisan, sup, campuran pasta, hingga pelengkap steak.
Namun, tidak sedikit orang yang tanpa sadar mengolahnya dengan cara yang kurang tepat. Padahal, perlakuan yang salah dapat mengurangi tekstur, rasa, bahkan sebagian kandungan gizinya.
Jamur champignon memiliki struktur yang unik. Tubuhnya berpori dan bertekstur seperti spons, sehingga mudah menyerap cairan. Inilah alasan utama mengapa jamur tidak disarankan direndam dalam air terlalu lama.
Banyak orang mencuci jamur dengan cara merendamnya dalam mangkuk berisi air. Akibatnya, jamur menyerap air berlebih dan saat dimasak akan mengeluarkan cairan terlalu banyak.
Cara yang lebih tepat adalah membilasnya secara cepat di bawah air mengalir, hanya beberapa detik saja, lalu segera dikeringkan dengan tisu dapur. Jika kotorannya tidak terlalu banyak, cukup dilap menggunakan kain atau tisu lembap. Metode ini membantu menjaga tekstur tetap padat dan tidak berair.
Bagian pangkal batang yang tampak kering atau menghitam boleh dipotong tipis. Namun, tidak perlu membuang seluruh batang karena bagian tersebut tetap mengandung nutrisi.
Dikutip dari laman alodokter.com, jamur champignon mengandung protein nabati, vitamin B kompleks seperti B2 dan B3, serta mineral penting seperti selenium dan kalium. Jamur ini juga mengandung antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Sebagian vitamin B bersifat larut air dan sensitif terhadap panas berlebihan. Karena itu, waktu memasak menjadi faktor penting. Jamur tidak membutuhkan waktu lama untuk matang.
Menumis selama tiga hingga lima menit dengan api sedang hingga besar sudah cukup untuk menghasilkan tekstur empuk namun tetap kenyal. Memasak terlalu lama justru membuat jamur kehilangan kekenyalan alaminya dan sebagian kandungan nutrisinya dapat berkurang.
Untuk mendapatkan cita rasa terbaik, gunakan api yang cukup panas di awal memasak. Suhu tinggi membantu proses pencokelatan alami yang memperkaya rasa gurih atau umami. Jika api terlalu kecil, jamur akan lebih mengeluarkan air, bukan kecokelatan.
Penambahan garam juga sebaiknya dilakukan setelah jamur mulai berubah warna. Garam yang diberikan terlalu awal akan menarik cairan keluar lebih cepat, membuat jamur terasa lebih basah daripada gurih.
Selain itu, gunakan minyak secukupnya. Jamur mudah menyerap minyak, sehingga penggunaan berlebihan bisa membuat hidangan terasa berat dan berminyak.
Jamur sebaiknya disimpan dalam kantong kertas atau wadah terbuka di dalam lemari pendingin. Hindari menyimpannya dalam plastik tertutup rapat karena kelembapan tinggi dapat mempercepat pembusukan.
Dalam kondisi penyimpanan yang baik, jamur champignon biasanya bertahan tiga hingga lima hari. Jamur yang masih segar berwarna putih cerah, tidak berlendir, dan tidak berbau asam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....