Pedas Bikin Cegukan? Ini Penjelasan Medisnya
- 17 Feb 2026 12:39 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Konsumsi makanan pedas dapat memicu cegukan pada sebagian orang akibat reaksi tubuh terhadap zat capsaicin dalam cabai. Sensasi pedas yang muncul tidak hanya terasa di mulut, tetapi juga dapat mengiritasi diafragma dan menyebabkan kontraksi mendadak.
Cegukan terjadi ketika diafragma, otot yang berperan penting dalam proses pernapasan, berkontraksi tanpa kendali. Kontraksi ini membuat glotis atau pita suara menutup secara tiba-tiba sehingga menghasilkan suara khas “hik”.
Dilansir dari Medical News Today, cabai mengandung capsaicin yang bersifat iritan dan memberikan sensasi panas. Saat capsaicin mengenai mulut, tenggorokan, hingga lambung, saraf di sekitar diafragma dapat terpicu dan memicu kontraksi.
Sementara itu, dr. Nabilla Viera Yovita dalam artikel yang dimuat KlikDokter.com menjelaskan, capsaicin merupakan komponen kimiawi yang memberikan rasa pedas pada cabai. Aktivasi saraf akibat capsaicin dapat menyebabkan diafragma berkontraksi dan menimbulkan cegukan.
Selain iritasi akibat capsaicin, terdapat teori lain yang menyebutkan diafragma berkontraksi cepat untuk membantu mengeluarkan udara menyengat dari paru-paru setelah mengonsumsi makanan pedas. Respons ini merupakan bagian dari mekanisme refleks tubuh.
Secara umum, cegukan berlangsung singkat dan akan berhenti dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, cegukan dapat berlangsung lebih lama terutama jika dipicu konsumsi capsaicin dalam jumlah besar atau kebiasaan makan terlalu cepat.
Faktor lain yang dapat memicu cegukan antara lain minuman berkarbonasi, perubahan suhu mendadak, stres emosional, serta gangguan pencernaan seperti refluks asam lambung. Dalam kasus jarang, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dapat berkaitan dengan gangguan sistem saraf pusat atau kondisi medis tertentu.
Untuk meredakan cegukan akibat makanan pedas, seseorang disarankan menghentikan konsumsi makanan tersebut dan mengatur pernapasan hingga kondisi membaik. Minum air dingin secara perlahan juga dapat membantu merelaksasi diafragma.
Susu diketahui dapat membantu mengurangi sensasi pedas karena mengandung protein kasein yang mampu melarutkan capsaicin. Selain itu, roti dapat membantu menyerap zat pedas di dalam mulut sehingga mengurangi iritasi.
Dengan memahami mekanisme terjadinya cegukan saat makan pedas, masyarakat diimbau membatasi konsumsi makanan tinggi capsaicin. Jika cegukan berlangsung lama atau sering berulang tanpa sebab jelas, konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....