Kesehatan Mental Anak Terancam, Psikolog Imbau Waspada Gadget

  • 03 Feb 2026 12:41 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial pada anak dan remaja menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan. Paparan digital yang berlebihan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental anak jika tidak diimbangi dengan pengawasan dari orang tua.

Di tengah derasnya arus informasi digital, anak dan remaja semakin rentan mengalami tekanan psikologis. Dampak yang muncul beragam, mulai dari kecemasan, stres, hingga gangguan kesehatan mental akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

Psikolog Anak RSUD Bakti Pajajaran Kota Bogor, Asri Widyastuti, menjelaskan bahwa penggunaan gadget dapat memengaruhi cara kerja otak anak dan remaja. Hal ini karena adanya hormon dopamin yang dapat menimbulkan rasa senang.

“Paparan gadget, terutama video berdurasi pendek, dapat memicu produksi hormon dopamin yang membuat anak merasa senang dan ingin terus menggunakannya,” ujar Asri kepada Tim RRI Bogor pada Senin, 2 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan juga membuat remaja rentan membandingkan dirinya dengan orang lain. Kondisi tersebut menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai oleh orang tua.

“Penggunaan media sosial yang berlebihan membuat remaja mudah membandingkan dirinya dengan orang lain, sehingga orang tua perlu mulai waspada ketika anak ingin terus menempel dengan ponselnya,” katanya.

Meski demikian, Asri menegaskan gadget juga memiliki banyak manfaat positif apabila digunakan secara bijak. Teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan pengembangan diri dengan pendampingan yang tepat.

“Gadget sebenarnya memiliki banyak manfaat positif, tetapi kesehatan mental anak tetap harus dijaga dengan pendampingan, pengawasan, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak,” tambahnya.

Ia mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan aktif mendampingi anak dalam menggunakan gadget. Dengan pendampingan yang tepat, manfaat teknologi tetap dapat dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental anak dan remaja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....