Bahaya Konsumsi Garam Non-Yodium bagi Kesehatan

  • 25 Nov 2025 18:07 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Garam adalah salah satu bumbu dasar yang selalu digunakan dalam masakan. Namun, tidak semua jenis garam memiliki manfaat yang sama. Garam non-yodium—yakni garam yang tidak diperkaya mineral yodium—dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi sebagai pilihan utama dalam jangka panjang. Yodium sendiri merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid.

1. Meningkatkan Risiko Gondok

Tanpa asupan yodium yang cukup, kelenjar tiroid harus bekerja lebih keras untuk memproduksi hormon. Kondisi ini dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Penyakit ini kerap ditandai dengan pembengkakan pada leher dan dapat mengganggu pernapasan serta menelan.

2. Mengganggu Perkembangan Otak Anak

Kekurangan yodium pada ibu hamil atau anak-anak dapat berdampak serius pada perkembangan otak. Anak berisiko mengalami gangguan konsentrasi, kemampuan belajar menurun, bahkan keterlambatan perkembangan. Inilah sebabnya penggunaan garam beryodium sangat dianjurkan dalam rumah tangga.

3. Menurunkan Metabolisme Tubuh

Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme. Jika tubuh kekurangan yodium akibat konsumsi garam non-yodium, produksi hormon ini dapat menurun. Akibatnya, seseorang bisa merasa mudah lelah, mengalami kenaikan berat badan, serta menjadi lebih sensitif terhadap udara dingin.

4. Mengganggu Produksi Hormon Reproduksi

Yodium juga berperan dalam kesehatan hormon reproduksi. Kekurangan yodium dapat memengaruhi kesuburan serta mengganggu siklus menstruasi pada perempuan.

5. Risiko Bayi Lahir dengan Cacat

Pada ibu hamil, konsumsi garam non-yodium tanpa sumber yodium lain dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan perkembangan otak dan saraf. Kekurangan yodium adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan janin yang sebenarnya dapat dicegah.

Mengonsumsi garam non-yodium secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan fungsi tiroid dan perkembangan otak. Menggunakan garam beryodium menjadi pilihan sederhana namun penting untuk mencegah gangguan kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....