Golongan Darah Paling Langka, Hanya Dimiliki 50 Orang!
- 20 Nov 2025 11:04 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Di antara berbagai tipe golongan darah yang dikenal masyarakat, ada satu jenis yang begitu langka hingga dijuluki golden blood atau golongan darah emas. Tipe ini secara medis disebut Rh-null, dan diperkirakan hanya dimiliki kurang dari 50 orang di seluruh dunia. Kelangkaannya menjadikan Rh-null sebagai salah satu fenomena paling unik dalam dunia transfusi darah.
Rh-null merupakan golongan darah tanpa satu pun antigen Rhesus (Rh) di permukaan sel darah merah. Mengutip laporan NDTV, antigen adalah protein atau gula yang menandai sel sehingga dapat dikenali oleh sistem imun. Pada Rh-null, seluruh antigen Rh absen total, menjadikan darah ini sangat kompatibel untuk hampir semua pasien dalam sistem Rh.
Meski demikian, para ahli seperti Otrock dari Cleveland Clinic menegaskan bahwa istilah golden blood hanya mengacu pada kelangkaannya, bukan berarti darah ini lebih baik atau lebih murni dibanding tipe darah lain. Rh-null kerap dianggap sebagai donor universal dalam sistem Rhesus. Darah ini bisa diberikan ke individu dengan berbagai varian Rh tanpa memicu reaksi imun. Namun, pemilik Rh-null hanya bisa menerima transfusi dari sesama Rh-null,sebuah kondisi yang sangat berisiko mengingat jumlah pendonor amat terbatas.
Sebagai perbandingan, darah O Negatif juga dikenal sebagai donor universal, tetapi masih memiliki beberapa antigen Rh lain. Karena itu, O Negatif tidak bisa diberikan kepada pemilik Rh-null. Profesor biologi sel Ash Toye dari University of Bristol menjelaskan bahwa jika pemilik Rh-null menerima darah dengan antigen Rh, tubuh mereka akan membentuk antibodi yang dapat menyebabkan reaksi fatal pada transfusi berikutnya.
Kelangkaan ekstrem membuat para ilmuwan berupaya mengembangkan Rh-null secara artifisial. Menurut laporan BBC, para peneliti kini mencoba menumbuhkan sel darah merah Rh-null dari sel punca (stem cell) yang diprogram ulang. Teknologi pengeditan gen seperti CRISPR-Cas9 juga mulai dieksplorasi untuk menghilangkan antigen Rh dari sel darah biasa.
Pada 2018, Ash Toye dan timnya berhasil menciptakan sel darah Rh-null di laboratorium menggunakan CRISPR. Namun, penggunaan teknologi ini pada manusia masih sangat dibatasi dan belum dapat diterapkan dalam praktik klinis. Saat ini, Toye memimpin proyek bernama RESTORE, studi pertama yang menguji efektivitas sel darah merah hasil kultur laboratorium saat ditransfusikan ke manusia. Sel darah merah tersebut dibuat dari sel punca donor, bukan diambil langsung dari tubuh manusia.
Jika penelitian ini berhasil, darah hasil kultur laboratorium bisa menjadi cadangan penyelamat bagi pasien dengan golongan darah ultra langka seperti Rh-null. Meski pengembangan darah sintetis masih membutuhkan biaya besar, metode ini dapat memberikan solusi jangka panjang bagi mereka yang kesulitan mendapatkan donor.
Dengan jumlah pemilik yang sangat sedikit, golden blood mungkin hanya dimiliki oleh segelintir orang. Namun potensinya dalam dunia medis khususnya untuk pengembangan terapi dan transfusi diperkirakan akan membawa perubahan penting di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....