Waspadai Abses Gigi, Jangan Anggap Sepele

  • 06 Agt 2025 09:32 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Abses gigi adalah infeksi serius yang ditandai dengan munculnya kantung berisi nanah pada gigi atau gusi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang jaringan lunak di dalam gigi, akar gigi, atau gusi. Jika dibiarkan, abses gigi dapat menyebabkan nyeri hebat, komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.

Dilansir dari alodokter.com, tergantung pada lokasi infeksinya, abses gigi terbagi menjadi tiga jenis:

  • Abses periapikal: Terjadi di ujung akar gigi.
  • Abses periodontal: Terjadi di jaringan gusi dekat akar gigi dan bisa menyebar ke tulang.
  • Abses gingiva: Terjadi di permukaan gusi.

Infeksi penyebab abses biasanya berasal dari bakteri yang masuk melalui gigi berlubang, celah, atau retakan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko abses gigi antara lain:

  • Kebersihan gigi yang buruk: Tidak menyikat gigi secara teratur atau salah dalam merawat gigi.
  • Konsumsi gula tinggi: Makanan dan minuman manis memicu pertumbuhan bakteri dan mempercepat kerusakan gigi.
  • Mulut kering: Air liur yang sedikit membuat bakteri lebih mudah berkembang biak.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama abses gigi adalah nyeri tajam pada gigi atau gusi yang muncul mendadak dan semakin parah. Gejala lain yang sering muncul meliputi:

  1. Demam
  2. Pembengkakan gusi dan wajah
  3. Nyeri menjalar ke rahang, leher, bahkan telinga
  4. Bau mulut
  5. Sensitivitas pada makanan panas atau dingin
  6. Perubahan warna gigi
  7. Kelenjar getah bening di leher membesar
  8. Sesak napas (pada kasus parah)

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala abses gigi. Jangan tunda, apalagi jika disertai pembengkakan, demam tinggi, atau sesak napas. Abses gigi yang tidak ditangani bisa menyebabkan infeksi menyebar ke rahang, kepala, leher, hingga seluruh tubuh (sepsis).

Pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sangat dianjurkan untuk mencegah kondisi ini.

Penanganan abses gigi tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa metode yang umum dilakukan dokter gigi antara lain:

  • Pengeluaran nanah: Sayatan kecil dibuat untuk mengeluarkan nanah dan membersihkan area infeksi.
  • Pemberian antibiotik: Diberikan bila infeksi menyebar atau tidak bisa ditangani hanya dengan drainase.
  • Perawatan saluran akar: Gigi dibor untuk mengeluarkan jaringan infeksi dan mengalirkan nanah, lalu ditutup dengan crown.
  • Pencabutan gigi: Bila gigi tidak bisa diselamatkan, maka harus dicabut untuk mencegah infeksi berlanjut.

Selama masa pemulihan, pasien juga dianjurkan:

  • Berkumur air garam
  • Minum obat pereda nyeri sesuai resep
  • Komplikasi Berbahaya Abses Gigi

Jika tidak ditangani, abses gigi dapat memicu komplikasi serius seperti:

  • Kista gigi
  • Sinusitis
  • Osteomielitis (infeksi tulang)
  • Angina Ludwig (infeksi parah di dasar mulut)
  • Sepsis, infeksi sistemik yang dapat mengancam nyawa

Cara Mencegah Abses Gigi

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
  • Gunakan benang gigi setiap hari
  • Ganti sikat gigi setiap 3 bulan
  • Batasi makanan/minuman manis dan bertepung
  • Jangan langsung berkumur setelah menyikat gigi
  • Periksa ke dokter gigi setiap 6–12 bulan

Abses gigi bukan sekadar sakit gigi biasa. Infeksi ini dapat menyebar dan membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Menjaga kebersihan mulut, menghindari makanan tinggi gula, dan rutin ke dokter gigi adalah kunci utama pencegahan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk penanganan dini yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....