Kenali Flat Foot dan Dampaknya Sejak Dini

  • 05 Agt 2025 10:11 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Flat foot atau telapak kaki datar adalah kondisi saat lengkung alami pada kaki menghilang sehingga seluruh telapak menyentuh tanah. Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan pes planus atau fallen arches, dan bisa dialami siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada sebagian orang, flat foot tidak menimbulkan gejala berarti, namun bagi sebagian lainnya, dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas harian.

Lengkung kaki berfungsi penting dalam menyerap tekanan, menjaga keseimbangan, serta mendukung postur tubuh. Saat lengkung tersebut melemah atau runtuh, distribusi beban tubuh menjadi tidak seimbang dan dapat memicu masalah pada pergelangan kaki, lutut, pinggul, hingga punggung bawah. Flat foot pada anak-anak bisa jadi normal karena lengkung kaki masih berkembang, namun bila berlanjut hingga dewasa, perlu diperhatikan lebih serius.

Dilansir dari cls.health.com, ada dua jenis flat foot utama yang perlu diketahui. Flat foot fleksibel adalah jenis paling umum, di mana lengkung kaki terlihat saat tidak berdiri, namun menghilang saat berpijak. Sementara flat foot kaku (rigid) tetap datar baik saat berdiri maupun duduk, dan sering menimbulkan rasa kaku serta nyeri hebat. Jenis rigid biasanya membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif, bahkan bisa berujung pada tindakan operasi.

Penyebab flat foot sangat beragam. Bisa disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, cedera tendon, proses penuaan, hingga penyakit seperti rheumatoid arthritis atau diabetes. Tanda-tandanya antara lain nyeri pada kaki, lutut, atau punggung bawah, pembengkakan di sekitar pergelangan kaki, mudah lelah saat berdiri lama, hingga postur berjalan yang terlihat tidak seimbang karena pergelangan kaki condong ke dalam (overpronasi).

Kabar baiknya, flat foot dapat ditangani dengan berbagai cara, tergantung tingkat keparahan. Penanganan konservatif seperti menggunakan orthotic (penyangga kaki khusus), memakai sepatu dengan sol yang menopang lengkung kaki, hingga menjalani terapi fisik sangat dianjurkan. Latihan sederhana seperti arch lift, towel curl, atau rolling bola tenis di telapak kaki juga bisa membantu memperkuat otot-otot kaki dan memperbaiki fungsi lengkung.

Jika pengobatan konservatif tidak efektif, tindakan operasi mungkin dipertimbangkan, seperti transfer tendon, pemotongan dan pembentukan ulang tulang (osteotomy), hingga fusi sendi (arthrodesis). Keputusan untuk menjalani operasi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien setelah pemeriksaan menyeluruh.

Sebagai langkah pencegahan dan perawatan jangka panjang, penting untuk menjaga berat badan ideal, menghindari penggunaan sepatu datar tanpa penyangga, serta rutin melakukan peregangan otot kaki. Mendeteksi flat foot sejak dini dan menyesuaikan gaya hidup dapat membantu mencegah komplikasi seperti plantar fasciitis, shin splints, dan nyeri kronis yang lebih serius.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....