Waspadai Hipotensi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

  • 12 Jun 2025 10:59 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Tekanan darah rendah atau yang dikenal sebagai hipotensi merupakan kondisi medis yang tak boleh dipandang sebelah mata. Dengan angka tekanan di bawah 90/60 mmHg, seseorang yang mengalami tensi rendah bisa menunjukkan berbagai gejala mulai dari kelelahan hingga kehilangan kesadaran.

Gejala yang ditimbulkan oleh hipotensi sangat beragam. Penderita umumnya mengalami pusing, tubuh terasa lemah, mual hingga muntah, penglihatan kabur, kesulitan berkonsentrasi, bahkan hingga kehilangan kesadaran. Bila diabaikan, tekanan darah yang terus menurun dapat menganggu aliran darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan kerusakan jaringan vital.

Dilansir dari website www.alodokter.com bahwa Hipotensi dapat dipicu oleh berbagai hal, baik dari dalam tubuh maupun akibat lingkungan sekitar. Berikut beberapa penyebab umum tekanan darah rendah yang patut diwaspadai:

Kehilangan cairan dalam jumlah besar akibat muntah, diare, atau kurang asupan air dapat menurunkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah turun. Cukupi kebutuhan cairan harian minimal 2 liter air, terlebih bila sedang sakit. Segera konsultasikan ke dokter jika gejala dehidrasi memburuk.

Pada masa kehamilan, pembuluh darah ibu akan melebar untuk menyuplai darah ke janin. Hal ini menyebabkan tekanan darah menurun. Ibu hamil sebaiknya menjaga hidrasi, tidak melakukan gerakan tiba-tiba saat berpindah posisi, istirahat cukup, serta rutin mengonsumsi suplemen prenatal sesuai anjuran medis.

Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan folat bisa menyebabkan gangguan produksi sel darah merah yang berujung pada anemia dan tekanan darah rendah. Perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti hati ayam, ikan, daging merah, telur, dan sayuran hijau yang kaya nutrisi esensial.

Paparan suhu dingin berlebihan dapat menyebabkan tubuh kehilangan panas secara drastis yang menganggu fungsi organ. Sementara cuaca panas dapat memicu dehidrasi dan penurunan tekanan darah.

Kehilangan darah dalam jumlah besar, baik karena cedera maupun kondisi medis tertentu, bisa menurunkan volume darah secara drastis dan menyebabkan hipotensi akut. Segera hentikan perdarahan dan dapatkan penanganan medis darurat seperti pemberian cairan infus atau transfusi darah.

Hipotensi tidak boleh dianggap ringan. Bila tekanan darah terlalu rendah, organ-organ tubuh bisa kekurangan oksigen dan nutrisi, yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan permanen.

Dalam kasus berat, hipotensi dapat berkembang menjadi syok yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal tekanan darah rendah dan mencari pertolongan medis sesegera mungkin. (MayCin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....