Keloid: Bekas Luka Membandel, Kenali dan Atasi!

  • 16 Mei 2025 15:19 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Bekas luka memang cerita masa lalu di kulit. Tapi, pernahkah Anda menemukan bekas luka yang "berulah"? Dengan ciri-ciri kulit yang tumbuh menebal dan menonjol, kondisi inilah yang kemudian disebut keloid. Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan dan tidak normal setelah kulit mengalami cedera. Berbeda dengan bekas luka biasa yang cenderung memudar seiring waktu, keloid justru bisa terus membesar dan terasa mengganggu.

Bagaimana Membedakannya dari Bekas Luka Biasa?

Perbedaan utama keloid terletak pada pertumbuhannya yang melebihi batas luka asli. Bekas luka biasa umumnya datar atau sedikit menonjol dan akan menyusut serta warnanya memudar. Sementara itu, keloid membentuk benjolan tebal dan keras yang bisa berwarna merah muda, merah, cokelat, atau bahkan lebih gelap dari kulit sekitarnya. Teksturnya pun bisa bervariasi, dari lembut hingga keras dan kenyal. Ciri khas lain adalah keloid tidak menyusut dengan sendirinya dan dapat terus membesar dalam beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah luka sembuh. Terkadang, keloid juga disertai rasa gatal, nyeri, atau sensitif saat disentuh.

Apa Saja Gejala Keloid?

Dilansir dari Halodoc.com, gejala keloid biasanya langsung terlihat pada area kulit yang sebelumnya mengalami cedera. Beberapa gejala umum meliputi:

Benjolan menebal dan menonjol: Tumbuh melampaui batas luka awal.

Perubahan warna kulit: Area keloid bisa berwarna merah muda, merah, cokelat, atau lebih gelap.

Permukaan licin dan padat: Tekstur keloid berbeda dari kulit di sekitarnya.

Rasa gatal atau nyeri: Terutama saat keloid baru terbentuk dan masih aktif tumbuh.

Pertumbuhan lambat: Keloid bisa muncul beberapa minggu atau bulan setelah luka dan tumbuh perlahan.

Meskipun penyebab pasti keloid belum diketahui sepenuhnya, namun diduga kuat berkaitan dengan produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya keloid (Halodoc.com):

Riwayat keluarga: Kecenderungan genetik berperan besar.

Usia: Lebih sering terjadi pada usia 10-30 tahun.

Warna kulit gelap: Individu dengan kulit gelap lebih rentan.

Lokasi luka: Dada, bahu, daun telinga, dan pipi lebih sering terkena.

Jenis luka: Luka bekas operasi, luka bakar, tindik, tato, jerawat parah, dan vaksinasi bisa memicu keloid.

Bagaimana Cara Mengobati Keloid?

Dilansir dari Alodokter.com, beberapa pilihan pengobatan yang umum meliputi:

Suntikan kortikosteroid: Mengurangi peradangan dan mengecilkan jaringan keloid.

Terapi laser: Membantu mengurangi kemerahan dan memperbaiki tekstur kulit.

Operasi pengangkatan: Dilakukan hati-hati karena berisiko kambuh. Sering dikombinasikan dengan terapi lain

Cryotherapy (pembekuan): Efektif untuk keloid kecil.

Silicone gel atau sheet: Membantu meratakan dan melembutkan jaringan parut.

Terapi radiasi: Kadang digunakan setelah operasi untuk mencegah kekambuhan.

Meskipun sulit untuk menghilangkan keloid sepenuhnya, berbagai metode pengobatan dapat membantu mengurangi ukuran, gejala, dan mencegah pertumbuhannya lebih lanjut. Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi keloid Anda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....