Uban di Usia Muda, Kenapa Bisa Terjadi?

  • 13 Mei 2025 08:24 WIB
  •  Bogor

KBRN,Bogor: Rambut beruban sering kali dikaitkan dengan proses penuaan. Namun, belakangan ini fenomena uban di usia muda makin sering dijumpai. Tak jarang, kondisi ini menurunkan rasa percaya diri hingga memicu kecemasan sosial. Lantas, apa penyebabnya?

Dilansir dari Beautynesia dan Healthline, berikut lima penyebab umum munculnya uban sebelum waktunya:

1. Faktor Genetik

Jika orang tua kamu beruban lebih awal, besar kemungkinan kamu akan mengalaminya juga. Menurut Beautynesia, faktor genetik adalah salah satu penyebab paling umum uban dini. Dalam kasus ini, uban sulit dicegah meskipun gaya hidup sudah sehat.

2. Stres yang Berlebihan

Saran untuk “jangan stres biar nggak cepat ubanan” ternyata ada benarnya. Tekanan mental berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan merusak sel penghasil pigmen rambut. Menetapkan batas aktivitas dan rutin meditasi bisa menjadi langkah pencegahan efektif.

3. Kekurangan Vitamin B12

Vitamin B12 (kobalamin) berperan penting dalam produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut. Kekurangannya dapat menyebabkan rambut kehilangan warna alami. Makanan seperti telur, hati ayam, susu, dan daging sapi bisa membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin ini (Beautynesia, 2024).

4. Penyakit Autoimun

Kondisi seperti alopecia areata dan vitiligo bisa memengaruhi produksi pigmen rambut. Melansir dari Alopecia UK, rambut yang tumbuh kembali pasca alopecia bisa berwarna putih karena sel pigmen (melanosit) belum berfungsi normal. Begitu pula pada penderita vitiligo yang kehilangan melanin di kulit dan rambut.

5. Kebiasaan Merokok

Bukan hanya organ vital yang rusak, rokok juga berdampak buruk pada kesehatan rambut. Menurut Healthline, zat beracun dalam rokok bisa merusak folikel rambut dan mempercepat proses tumbuhnya uban. Jadi, jika kamu masih muda dan sudah melihat uban muncul, mungkin inilah saatnya berhenti merokok.

Rambut beruban di usia muda bisa jadi sinyal tubuh sedang mengalami gangguan,baik dari sisi genetik, pola hidup, maupun kesehatan. Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa berdampak secara psikologis. Menjaga pola makan, mengelola stres, dan menerapkan gaya hidup sehat bisa membantu memperlambat kemunculannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....