Liolaemus arequipensis, Spesies Kadal Baru dari Pegunungan Andes Peru
- 04 Okt 2026 19:14 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Spesies baru ditemukan di Pegunungan Andes bagian selatan, Arequipa, Peru, pada ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut.
- Kadal berukuran 6–8 sentimeter ini memiliki pola tubuh berbeda berdasarkan jenis kelamin dan memakan tumbuhan serta berbagai artropoda kecil.
- Diberi nama Liolaemus arequipensis, penemuan ini menambah pengetahuan tentang keanekaragaman hayati Peru dan telah dipublikasikan dalam jurnal Diversity. Tags
RRI,CO,ID, Bogor - Para ilmuwan menemukan spesies kadal baru di kawasan Pegunungan Andes, Peru. Museum Sejarah Alam Universitas San Marcos mengumumkan penemuan tersebut pada Sabtu, 3 Oktober 2026, laporan tersebut dikutip melalui AFP.
Kadal tersebut memiliki panjang sekitar enam hingga delapan sentimeter dengan pola warna yang berbeda antara jantan dan betina. Kadal betina memiliki corak berbentuk persegi di bagian punggung, sedangkan pejantan memiliki corak miring dan sisik putih.
Perbedaan warna dan pola tubuh tersebut membantu kadal beradaptasi dengan lingkungan berbatu di habitatnya. Spesies ini ditemukan di kawasan Andes bagian selatan, tepatnya wilayah Arequipa, pada ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut.
Kadal tersebut memiliki pola makan yang cukup beragam untuk ukuran tubuhnya. Makanannya terdiri atas tumbuhan dan artropoda kecil, seperti laba-laba, kumbang, kepik, serta larva serangga.
Spesies baru itu kemudian diberi nama ilmiah Liolaemus arequipensis. Penemuan tersebut menambah catatan keanekaragaman reptil di Peru yang diketahui memiliki ratusan spesies kadal.
Ahli biologi Ling Huamani-Valderrama yang memimpin penelitian menyebut penemuan spesies baru menjadi kemajuan penting bagi keanekaragaman hayati Peru. Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan masih banyak kekayaan hayati di kawasan Andes yang perlu terus dipelajari.
Para peneliti melakukan kajian terhadap karakteristik tubuh dan hubungan kekerabatan spesies tersebut untuk memastikan identitasnya. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Swiss, Diversity.
Penemuan Liolaemus arequipensis menjadi pengingat bahwa kawasan pegunungan dengan kondisi ekstrem masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya diketahui. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami lebih jauh habitat, perilaku, serta keberadaan spesies tersebut di alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....