Penggunaan Gawai Anak Perlu Dibatasi, Ini yang Bisa Dilakukan Orang Tua

  • 21 Sep 2026 07:49 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Gawai kini menjadi bagian dari keseharian anak, baik untuk belajar, berkomunikasi maupun mencari hiburan. Penggunaan perangkat digital tetap perlu disertai batasan dan pendampingan agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, penggunaan gawai anak di rumah perlu diatur oleh orang tua atau wali. Anak dianjurkan menggunakan gawai maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan digital yang sehat.

Pembatasan waktu menjadi salah satu cara untuk membantu anak memiliki keseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan lainnya. Orang tua juga dapat membuat kesepakatan mengenai waktu penggunaan gawai, termasuk kapan perangkat boleh digunakan dan kapan harus disimpan.

Selain mengatur durasi, orang tua dapat memanfaatkan fitur parental control yang tersedia pada perangkat digital. Fitur tersebut dapat membantu membatasi akses terhadap konten tertentu, mengatur aplikasi yang dapat digunakan, serta mengontrol waktu penggunaan perangkat.

Tempat anak menggunakan gawai juga perlu diperhatikan agar orang tua lebih mudah melakukan pendampingan. Penggunaan perangkat di ruang terbuka seperti ruang keluarga dapat menjadi pilihan dibandingkan membiarkan anak menggunakan gawai sendirian tanpa pengawasan.

Pendampingan orang tua tidak hanya dilakukan dengan memeriksa apa yang dilihat anak di layar. Orang tua juga dapat mengajak anak berbicara mengenai konten yang mereka temui, cara berkomunikasi di internet, serta pentingnya menjaga informasi pribadi.

Anak juga perlu memiliki aktivitas lain yang tidak melibatkan perangkat digital. Membaca, bermain, berolahraga, melakukan kegiatan seni, mengikuti kegiatan keagamaan, dan menghabiskan waktu bersama keluarga dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.

Penggunaan gawai tidak harus dihindari sepenuhnya karena perangkat digital juga dapat mendukung kegiatan belajar dan komunikasi. Dengan batas waktu yang jelas, pendampingan orang tua, serta aktivitas yang beragam, anak dapat belajar menggunakan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....