Masuk Pasar Komersial, Fang Taozi Jadi Bintang Virtual AI

  • 10 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Dunia hiburan Tiongkok mulai menghadapi fenomena baru. Bukan hanya aktor dan aktris manusia yang dapat meraih popularitas dari drama, karakter virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) kini mulai membangun basis penggemar hingga memasuki pasar komersial.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Fang Taozi, karakter virtual yang menjadi pemeran utama dalam drama pendek berbasis AI The Laid-off Girl. Sosok yang secara teknis tidak memiliki keberadaan fisik tersebut justru berhasil menarik ratusan ribu pengikut di media sosial China.

Mengutip laporan MyDramaList, popularitas Fang Taozi meningkat seiring kesuksesan The Laid-off Girl. Drama tersebut mengisahkan seorang perempuan muda dari daerah yang pergi ke kota besar Shangnan untuk mengejar impiannya menjadi model. Perjalanan karakternya menghadapi persoalan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari menjadi inti cerita.

Fang Taozi kemudian tidak berhenti sebagai karakter dalam drama. Ia memiliki akun media sosial sendiri dan ditampilkan layaknya seorang influencer manusia, mulai dari membagikan aktivitas sehari-hari hingga berinteraksi dengan para pengikutnya.

Dalam waktu sekitar dua bulan, karakter tersebut dilaporkan telah mengumpulkan sekitar 400 ribu pengikut di platform media sosial Tiongkok. Drama yang dibintanginya juga mencatat ratusan juta penayangan.

Salah satu faktor yang membuat Fang Taozi berbeda dari karakter AI pada umumnya adalah desainnya yang tidak dibuat terlalu sempurna. Wajahnya justru memiliki detail seperti pori-pori, tahi lalat kecil, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Dalam sejumlah adegan, penampilannya juga dibuat mengalami perubahan seperti manusia biasa. Riasan terlihat memudar setelah beraktivitas, rambut menjadi berantakan, hingga keringat muncul ketika karakter tersebut melakukan aktivitas fisik.

Pendekatan tersebut membuat Fang Taozi dianggap memiliki apa yang disebut sebagai “rasa manusia” atau human-like feel. Alih-alih menampilkan sosok virtual yang sempurna, karakter tersebut dibuat memiliki kekurangan yang membuat penonton lebih mudah merasa dekat dengannya.

Popularitas itu kemudian membuka peluang baru. Fang Taozi mulai diperlakukan bukan sekadar karakter fiksi, tetapi sebagai sebuah IP digital yang memiliki nilai komersial.

Fenomena Fang Taozi juga menjadi gambaran perubahan industri hiburan. Jika sebelumnya popularitas dan aktivitas komersial didominasi aktor manusia, perkembangan AI memungkinkan karakter virtual membangun identitas, audiens, hingga peluang bisnisnya sendiri.

Dengan semakin banyaknya karakter AI yang bermunculan, Fang Taozi bisa menjadi gambaran awal mengenai seperti apa industri hiburan ketika “aktor” tidak lagi harus berupa manusia. Meski demikian, kemunculan bintang virtual turut memunculkan pertanyaan mengenai masa depan pekerja kreatif, hak cipta, serta batas penggunaan AI dalam industri hiburan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....