Facebook dan Instagram Kini Punya “Jam Malam” untuk Remaja
- 29 Agt 2026 17:07 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Meta akan memberlakukan sejumlah pembatasan baru bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun di Facebook dan Instagram. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan perusahaan dengan para jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat untuk memperkuat perlindungan anak dan remaja di platform media sosial. Mengutip laman resmi Meta, Rabu, 26 Agustus 2026, kesepakatan itu melibatkan 52 jaksa agung dari negara bagian, teritori, dan District of Columbia di Amerika Serikat.
Melalui aturan baru tersebut, pengguna di bawah 18 tahun akan dibatasi menggunakan Facebook dan Instagram maksimal dua jam setiap hari. Meta juga akan menerapkan night mode mulai pukul 00.00 hingga 06.00. Sementara pada jam sekolah, sekitar pukul 08.00 sampai 15.00, sejumlah notifikasi akan dibatasi untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas belajar.
Meta juga akan mengubah sejumlah fitur pada akun remaja. Jumlah tanda suka dan reaksi akan disembunyikan secara default, sedangkan penggunaan sejumlah filter yang dapat mengubah penampilan fisik akan dibatasi. Pengaturan perlindungan tersebut dirancang sebagai standar awal bagi pengguna muda dan dapat dikendalikan melalui fitur pengawasan orang tua.
Peran orang tua juga akan diperkuat melalui sistem pemberitahuan mengenai aktivitas tertentu di akun anak. Meta akan memberikan informasi ketika anak berinteraksi dengan orang dewasa serta memberikan peringatan apabila anak mencari kata kunci yang berkaitan dengan bunuh diri, menyakiti diri sendiri, atau gangguan makan. Perusahaan juga berencana meningkatkan teknologi untuk memperkirakan usia pengguna dan menjalankan audit eksternal secara berkala terhadap sistem tersebut.
| Baca juga: Mengapa Chatbot AI Semakin Banyak Digunakan? |
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari gugatan sejumlah negara bagian AS terhadap Meta terkait dampak platform media sosial terhadap anak-anak dan remaja. Associated Press melaporkan, gugatan tersebut antara lain menyoroti dugaan bahwa fitur Facebook dan Instagram dirancang untuk mempertahankan keterlibatan pengguna muda serta dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mental mereka. Meta membantah melakukan kesalahan, tetapi memilih menyelesaikan perkara melalui kesepakatan.
Dalam penyelesaian tersebut, Meta menyetujui pembayaran yang nilainya dapat mencapai US$18 miliar. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap selama 10 tahun dan disertai berbagai perubahan terhadap operasional platform. Kesepakatan ini juga mendorong perusahaan media sosial lain, termasuk TikTok dan YouTube, untuk mengambil langkah serupa dalam meningkatkan perlindungan pengguna berusia muda.
Penerapan kebijakan baru akan dilakukan secara bertahap setelah memperoleh persetujuan pengadilan. Untuk tahap awal, aturan tersebut berlaku bagi pengguna di bawah 18 tahun di wilayah Amerika Serikat yang tercakup dalam kesepakatan. Meta belum memastikan apakah seluruh pembatasan tersebut akan diterapkan secara global, namun kebijakan ini menjadi langkah baru perusahaan dalam merespons tuntutan perlindungan anak di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan remaja di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....