NASA Ungkap Gerhana Total Terlama Tahun 2027

  • 22 Agt 2026 16:08 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung pada Senin, 2 Agustus 2027 diprediksi menjadi salah satu fenomena astronomi menarik untuk diamati. Mengutip data NASA Goddard Space Flight Center, gerhana tersebut mencapai puncaknya pada sekitar 10.06 UTC, dengan durasi totalitas maksimum mencapai sekitar 6 menit 23 detik.

Dikutip dari laman resmi NASA, gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari kawasan Eropa selatan dan Afrika Utara hingga Timur Tengah. Jalur totalitas di antaranya melewati Spanyol, Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, serta sejumlah wilayah lainnya.

NASA mencatat, berdasarkan perhitungan astronomi, durasi totalitas terlama mencapai sekitar 6 menit 23,2 detik. Mengutip data NASA, titik dengan durasi totalitas terpanjang berada di sekitar wilayah Mesir dan kawasan sekitarnya. Waktu yang dicantumkan NASA menggunakan Universal Time (UT) sehingga waktu setempat akan berbeda sesuai lokasi pengamatan.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari wilayah tertentu di permukaan Bumi. Dikutip dari penjelasan NASA, wilayah yang berada di bawah bayangan inti Bulan atau umbra dapat mengalami fase gerhana total, sementara wilayah di luar jalur tersebut hanya menyaksikan gerhana sebagian.

Bagi masyarakat Indonesia, gerhana pada 2 Agustus 2027 tidak akan menghadirkan fase totalitas. Mengutip data timeanddate, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, hanya berkesempatan menyaksikan gerhana Matahari sebagian. Karena itu, masyarakat yang ingin menikmati fase total perlu berada di wilayah yang masuk dalam jalur totalitas.

NASA juga mengingatkan pentingnya keselamatan ketika mengamati gerhana. Dikutip dari panduan keselamatan NASA, Matahari tidak boleh dilihat secara langsung menggunakan mata telanjang selama fase gerhana sebagian. Pengamat perlu menggunakan kacamata gerhana atau filter Matahari yang memenuhi standar untuk mencegah kerusakan pada mata.

Setelah 2 Agustus 2027, fenomena gerhana Matahari total akan kembali menghiasi sejumlah wilayah dunia pada tahun-tahun berikutnya. Data NASA mencatat bahwa gerhana total berikutnya akan terjadi pada 22 Juli 2028, kemudian berlanjut pada 25 November 2030, 20 Maret 2034, 2 September 2035, 13 Juli 2037, dan 26 Desember 2038. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa gerhana total merupakan fenomena astronomi yang terus berulang, tetapi jalur totalitasnya selalu berpindah sehingga tidak setiap wilayah di Bumi memperoleh kesempatan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....