Tiga Prototipe Rumah BRIN Tetap Berdiri setelah Gempa M7,7 di NTT
- 21 Agt 2026 10:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Tiga prototipe rumah modular tahan gempa yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berdiri setelah wilayah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi temuan penting dalam pengembangan teknologi hunian untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan pemantauan BRIN setelah gempa dan rangkaian gempa susulan, tidak ditemukan retakan struktural pada dinding, kolom maupun fondasi ketiga rumah prototipe tersebut. Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat nonstruktural atau kosmetik, berupa sebagian keramik dinding kamar mandi yang terlepas dari ikatan semen pada panel sandwich EPS dan pecah akibat guncangan. Sementara itu, bangunan SD Rangko yang berada di sekitar lokasi mengalami kerusakan pada struktur bangunan.
Perekayasa Ahli Muda BRIN Vian Maranta Haryanto mengatakan ketiga rumah tersebut sejak awal dirancang dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi seperti NTT. Rilis resmi dari BRIN pada Rabu, 19 Agustus 2026, gempa besar yang mengguncang NTT menjadi ujian lapangan terhadap teknologi tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan struktur ketiga rumah tetap dalam kondisi baik setelah mengalami guncangan.
Meski demikian, BRIN tetap akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk memperoleh validasi teknis melalui laboratorium. Pengujian direncanakan menggunakan metode uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di Laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur BRIN. Tahapan tersebut diperlukan untuk melengkapi hasil pengamatan lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap performa konstruksi rumah modular ketika menghadapi beban gempa.
Pengembangan rumah modular tahan gempa tersebut telah dilakukan BRIN selama beberapa tahun dan sebelumnya merupakan teknologi yang dirintis oleh BPPT. Setelah integrasi lembaga-lembaga riset ke dalam BRIN, pengembangannya dilanjutkan dan disempurnakan. Tiga prototipe di Manggarai Barat dibangun pada 2021-2022 sebagai bagian dari pengembangan konstruksi yang dirancang untuk kawasan rawan gempa. BRIN kemudian terus melakukan penyempurnaan terhadap teknologi konstruksi tersebut.
Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah penambahan rubber bearing seismic pada rumah modular tahan gempa generasi kedua. Menurut BRIN, komponen berbahan karet alam atau polimer elastis tersebut dirancang untuk memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut membantu menahan gaya sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi.
BRIN mendorong teknologi rumah modular tahan gempa tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat terdampak bencana. Namun, hasil pemantauan lapangan terhadap tiga prototipe di Rangko masih akan dilengkapi dengan pengujian laboratorium. Jika hasil validasi menunjukkan performa yang konsisten, model rumah tersebut berpeluang dikembangkan lebih luas di NTT maupun wilayah Indonesia lainnya yang memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....