2027 Berpotensi Jadi Tahun Terpanas, El Nino dan Perubahan Iklim Jadi Pemicunya

  • 30 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Fenomena El Nino yang berkembang di Samudra Pasifik diperkirakan berpotensi menjadi yang terkuat dalam sedikitnya 150 tahun terakhir. Jika proyeksi tersebut terbukti, fenomena ini diperkirakan dapat mendorong suhu rata-rata global mencapai rekor tertinggi pada 2027 sekaligus meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

El Nino merupakan fenomena alam berupa pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Kondisi tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer global sehingga mengubah pola cuaca di banyak negara. Akibatnya, sebagian wilayah dapat mengalami musim kemarau lebih panjang dan suhu yang lebih tinggi, sedangkan wilayah lain berpotensi menghadapi hujan dengan intensitas tinggi hingga banjir.

Ilmuwan iklim dari Berkeley Earth, Zeke Hausfather, mengatakan hasil proyeksi berbagai model iklim menunjukkan puncak El Nino kali ini diperkirakan melampaui rekor sebelumnya dengan selisih yang sangat besar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam paparan ilmiah yang dikutip jurnal Nature pada 29 Juli 2026. Menurut Hausfather, apabila proyeksi tersebut terwujud, El Nino kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pencatatan modern.

Para peneliti membandingkan potensi El Nino kali ini dengan peristiwa besar pada 1997–1998, yang selama ini dikenal sebagai salah satu El Nino paling kuat. Saat itu, berbagai negara mengalami kekeringan berkepanjangan, gagal panen, kebakaran hutan, hingga gangguan terhadap ekosistem laut. Pengalaman tersebut menjadi acuan penting dalam mengantisipasi dampak yang mungkin kembali terjadi apabila intensitas El Nino terus menguat.

Menurut laporan Nature, pemanasan besar di Samudra Pasifik akan melepaskan energi panas dalam jumlah besar ke atmosfer. Kondisi tersebut diperkirakan semakin diperkuat oleh perubahan iklim akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca. Kombinasi kedua faktor itu dinilai berpotensi menjadikan 2027 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.

Dampak yang ditimbulkan diperkirakan tidak hanya berupa kenaikan suhu rata-rata global, tetapi juga meningkatkan peluang terjadinya gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, hujan ekstrem, hingga gangguan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air. Karena itu, para ilmuwan mendorong pemerintah di berbagai negara untuk memperkuat langkah mitigasi dan adaptasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa prakiraan tersebut masih memiliki tingkat ketidakpastian. Kekuatan El Nino baru dapat dipastikan setelah perkembangan kondisi atmosfer dan lautan terus dipantau dalam beberapa bulan mendatang. Oleh sebab itu, masyarakat juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga meteorologi dan klimatologi sebagai dasar dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....