YouTube Ubah Aturan Monetisasi, Kreator AI Wajib Sajikan Konten Orisinal

  • 26 Jul 2026 15:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - YouTube mulai menerapkan kebijakan baru yang memperketat syarat monetisasi bagi konten berbasis kecerdasan artifisial (AI). Aturan yang berlaku sejak 16 Juli 2026 tersebut menempatkan orisinalitas, kreativitas, dan nilai bagi penonton sebagai faktor utama dalam penentuan kelayakan memperoleh pendapatan dari iklan.

Dikutip dari TechCrunch, melalui pembaruan pedoman Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP), platform ini memperjelas definisi inauthentic content atau konten yang dianggap tidak autentik. Langkah tersebut bertujuan menekan maraknya video yang diproduksi secara massal menggunakan AI tanpa menghadirkan ide atau kualitas yang berbeda.

Dalam aturan terbaru, YouTube menetapkan tiga jenis konten yang tidak lagi memenuhi syarat monetisasi. Kategori pertama mencakup video yang dibuat berulang menggunakan AI, computer-generated imagery (CGI), atau templat dengan perubahan yang sangat minim. Konten tutorial yang hanya mengulang informasi lama tanpa memberikan perspektif baru juga berisiko kehilangan hak monetisasi.

Kategori berikutnya menyasar konten yang sengaja dirancang untuk memancing emosi atau menciptakan sensasi demi meningkatkan jumlah penayangan. Video dengan unsur manipulatif, termasuk yang mengeksploitasi kondisi tertentu untuk menarik perhatian penonton, masuk dalam kelompok konten yang tidak layak memperoleh pendapatan iklan.

Selain itu, YouTube juga membatasi monetisasi bagi konten yang menggunakan karakter atau persona AI menyerupai manusia untuk membahas isu sensitif, seperti kesehatan, keuangan, dan hukum. Konten semacam ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau memberikan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Meski memperketat aturan, YouTube tidak melarang penggunaan AI dalam proses pembuatan konten. Teknologi tersebut tetap diperbolehkan selama digunakan untuk mendukung kreativitas, menghasilkan karya yang orisinal, dan memberikan manfaat nyata bagi penonton.

Kebijakan ini diperkirakan akan mengubah strategi banyak kreator digital yang selama ini mengandalkan produksi video dalam jumlah besar. Ke depan, kualitas konten dan keaslian ide diprediksi menjadi kunci utama untuk mempertahankan peluang memperoleh pendapatan melalui Program Mitra YouTube.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....