Matahari Menyimpan Ruang Setara Satu Juta Tiga Ratus Ribu Bumi

  • 23 Jul 2026 23:34 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Jika Matahari berbentuk bola berongga, sekitar 1,3 juta Bumi diperkirakan dapat dimasukkan ke dalamnya
  • Besarnya Matahari bukan hanya terlihat dari ukurannya, tetapi juga dari perannya di tata surya
  • Bentuk Matahari tidak selalu benar-benar bulat sempurna karena dipengaruhi oleh rotasi dan aktivitas magnetiknya

RRI.CO.ID, Bogor- Matahari merupakan bintang yang menjadi pusat tata surya sekaligus sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Ukurannya yang luar biasa besar sering kali sulit dibayangkan oleh manusia. Salah satu cara paling sederhana untuk memahami skalanya adalah melalui perbandingan dengan planet kita.

Ilustrasi yang dirilis Folk Files melalui akun Instagram resminya, @folkfiles, menunjukkan bahwa jika Matahari berbentuk bola berongga, sekitar 1,3 juta planet Bumi diperkirakan dapat dimuat di dalamnya. Perbandingan tersebut menggambarkan betapa masifnya Matahari, bintang yang setiap hari menjadi sumber cahaya dan energi bagi kehidupan di Bumi.

Data pada ilustrasi tersebut menjelaskan bahwa diameter Matahari mencapai sekitar 1,39 juta kilometer. Sebagai pembanding, diameter Bumi hanya sekitar 12.742 kilometer. Artinya, diameter Matahari sekitar 109 kali lebih besar daripada diameter Bumi. Namun, angka 1,3 juta Bumi bukan berasal dari perbandingan diameter, melainkan dari perbandingan volume, karena ruang di dalam sebuah bola bertambah jauh lebih cepat dibandingkan ukuran diameternya.

Besarnya Matahari bukan hanya terlihat dari ukurannya, tetapi juga dari perannya di tata surya. Massa Matahari mencapai sekitar 99,8 persen dari seluruh massa tata surya. Gaya gravitasinya menjaga delapan planet, asteroid, komet, hingga berbagai benda langit lainnya tetap berada pada orbit masing-masing. Tanpa Matahari, tata surya tidak akan memiliki pusat gravitasi yang mampu mempertahankan keseimbangan pergerakan seluruh anggotanya.

Meski mampu menampung sekitar 1,3 juta Bumi berdasarkan volume, Matahari bukanlah benda berongga. Bagian dalamnya dipenuhi plasma yang sangat panas dengan suhu inti mencapai sekitar 15 juta derajat Celsius. Di tempat inilah terjadi reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium dan menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar. Energi tersebut kemudian merambat ke permukaan sebelum dipancarkan ke seluruh penjuru tata surya dalam bentuk cahaya dan panas.

Ilustrasi perbandingan ukuran seperti ini menjadi cara efektif untuk membantu masyarakat memahami konsep astronomi yang sulit dibayangkan. Angka jutaan kilometer atau jutaan kali lipat sering kali terasa abstrak. Namun, ketika divisualisasikan dengan deretan planet Bumi yang memenuhi ruang di dalam Matahari, skala sebenarnya menjadi lebih mudah dipahami dan meninggalkan kesan yang mendalam.

Meski demikian, angka 1,3 juta Bumi tetap merupakan nilai perkiraan yang didasarkan pada perbandingan volume bola sempurna. Bentuk Matahari tidak selalu benar-benar bulat sempurna karena dipengaruhi oleh rotasi dan aktivitas magnetiknya. Selain itu, Bumi juga bukan bola yang benar-benar sempurna. Walaupun terdapat sedikit perbedaan dalam perhitungan ilmiah, angka tersebut tetap menjadi acuan yang umum digunakan untuk menggambarkan betapa besarnya Matahari dibandingkan planet tempat manusia tinggal.

Memahami ukuran Matahari tidak hanya menambah wawasan tentang astronomi, tetapi juga mengingatkan bahwa Bumi hanyalah bagian kecil dari alam semesta yang sangat luas. Fakta bahwa sekitar 1,3 juta Bumi dapat memenuhi volume Matahari menjadi pengingat akan besarnya ciptaan di luar angkasa sekaligus mendorong rasa ingin tahu manusia untuk terus mempelajari misteri alam semesta melalui ilmu pengetahuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....