IETF Resmikan HTTP QUERY lewat RFC 10008, Ini Fungsinya
- 14 Jul 2026 13:11 WIB
- Bogor
Poin Utama
- ETF meresmikan metode HTTP baru bernama QUERY melalui RFC 10008.
- QUERY memungkinkan pengiriman kueri kompleks melalui body request tanpa mengubah data di server.
- Standar ini mendukung caching, automatic retry, conditional request, serta meningkatkan keamanan dibanding penggunaan parameter pada URL.
RRI.CO.ID, Bogor - Internet Engineering Task Force (IETF) resmi menerbitkan RFC 10008 yang memperkenalkan metode baru dalam protokol HTTP bernama QUERY. Standar baru ini dirancang untuk mempermudah aplikasi web dalam mengirim permintaan pencarian atau kueri yang kompleks tanpa harus bergantung pada metode GET maupun POST.
Dilansir dari dokumen resmi RFC 10008 yang dipublikasikan oleh RFC Editor, metode QUERY memungkinkan klien mengirimkan data kueri melalui isi (body) permintaan HTTP, namun tetap mempertahankan karakteristik aman (safe) dan idempoten (idempotent). Artinya, permintaan dapat diulang secara otomatis tanpa menimbulkan perubahan pada data di sisi server.
Selama ini, pengembang umumnya menggunakan metode GET untuk melakukan pencarian sederhana dengan parameter yang ditulis pada URL. Namun, pendekatan tersebut memiliki keterbatasan ketika jumlah parameter semakin banyak, ukuran URL menjadi terlalu panjang, atau data yang dikirim mengandung informasi sensitif yang tidak sebaiknya muncul pada alamat URL.
Sebagai alternatif, banyak aplikasi memanfaatkan metode POST untuk mengirimkan kueri dalam body permintaan. Meski demikian, POST secara umum diasosiasikan dengan operasi yang dapat mengubah data sehingga server, browser, maupun sistem cache tidak dapat menganggapnya sebagai permintaan yang aman untuk diulang secara otomatis.
RFC 10008 hadir untuk mengisi celah tersebut melalui metode QUERY. Dengan pendekatan ini, aplikasi tetap dapat mengirim parameter pencarian di dalam body permintaan layaknya POST, tetapi secara eksplisit menyatakan bahwa operasi tersebut hanya bertujuan mengambil informasi tanpa mengubah sumber daya yang ada.
Selain itu, standar baru ini mendukung mekanisme caching, conditional request, hingga automatic retry yang sebelumnya lebih identik dengan metode GET. Kemampuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antara klien dan server, terutama pada aplikasi berskala besar yang sering melakukan pencarian data.
Dokumen tersebut juga memperkenalkan header HTTP baru bernama Accept-Query. Header ini memungkinkan server memberi tahu format kueri yang didukung, seperti SQL, JSONPath, maupun format lainnya, sehingga klien dapat menyesuaikan jenis permintaan yang dikirim.
Dari sisi keamanan, IETF menilai penggunaan QUERY dapat membantu mengurangi paparan informasi sensitif pada URL. Pasalnya, isi kueri dikirim melalui body permintaan yang umumnya tidak mudah tercatat dalam log, bookmark, maupun riwayat browser seperti halnya parameter pada URL.
Meski demikian, RFC 10008 mengingatkan implementasi QUERY tetap harus memperhatikan keamanan penyimpanan sementara, mekanisme cache, serta kebijakan Cross-Origin Resource Sharing (CORS). Pengembang juga diwajibkan menyertakan header Content-Type yang sesuai agar server dapat memproses permintaan dengan benar.
Dengan disahkannya RFC 10008 sebagai bagian dari Internet Standards Track, komunitas pengembang kini memiliki metode HTTP baru yang secara khusus dirancang untuk menangani kueri kompleks secara lebih efisien, aman, dan sesuai dengan prinsip dasar protokol web modern. Standar ini diharapkan menjadi opsi baru bagi pengembang layanan web, API, hingga platform berbasis cloud dalam membangun sistem yang lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....