Sains di Balik Aroma dan Memori Emosional
- 11 Jun 2026 10:01 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pernahkah Anda tiba-tiba teringat masa kecil hanya karena mencium aroma hujan, parfum tertentu, atau masakan yang biasa dibuat orang tua di rumah? Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan sesaat. Para ilmuwan menemukan bahwa aroma memiliki hubungan yang sangat kuat dengan memori dan emosi manusia.
Berbeda dengan indra lainnya, penciuman memiliki jalur khusus menuju otak. Saat seseorang mencium suatu aroma, informasi dari molekul bau akan diproses oleh olfactory bulb atau pusat penciuman, lalu diteruskan langsung ke amigdala yang berperan mengatur emosi dan hipokampus yang berfungsi membentuk serta menyimpan memori. Hubungan yang sangat dekat inilah yang membuat aroma mampu memicu kenangan dengan cepat dan kuat.
Dikutip dari Live Science Para ahli menyebut aroma sebagai satu-satunya indra yang tidak harus melewati talamus, yaitu pusat penyaringan informasi sensorik di otak. Karena jalurnya lebih langsung menuju pusat emosi dan memori, aroma sering kali memunculkan ingatan yang terasa lebih hidup dibandingkan gambar, suara, atau sentuhan.
Fenomena ini dikenal sebagai Proust Effect, istilah yang merujuk pada pengalaman ketika suatu aroma atau sensasi tertentu secara tiba-tiba membangkitkan kenangan autobiografis dari masa lalu. Dalam banyak kasus, kenangan yang muncul bukan hanya berupa peristiwa, tetapi juga emosi yang menyertainya, seperti rasa bahagia, haru, rindu, atau bahkan sedih.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kenangan yang dipicu oleh aroma cenderung lebih emosional dibandingkan kenangan yang dipicu oleh indra lain. Hal ini karena area otak yang memproses penciuman berada sangat dekat dengan pusat pembelajaran dan emosi. Akibatnya, aroma tertentu dapat membuat seseorang seolah "dibawa kembali" ke momen yang pernah dialaminya bertahun-tahun lalu.
Fenomena tersebut ternyata banyak dirasakan masyarakat. Dalam berbagai diskusi daring, sejumlah orang mengaku langsung teringat masa sekolah saat mencium aroma hujan, sabun tertentu, minyak telon, hingga parfum yang biasa digunakan anggota keluarga. Ada pula yang mengaitkan aroma tanah setelah hujan dengan kenangan masa kecil yang terasa lebih sederhana dan menyenangkan.
Menariknya, para peneliti juga menemukan bahwa melatih kemampuan penciuman dengan mengenali berbagai aroma dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan memori. Aktivitas sederhana seperti mencium rempah-rempah, bunga, kopi, atau parfum sambil mengingat pengalaman yang terkait dengannya dipercaya dapat merangsang kerja otak.
Karena itu, jika suatu hari aroma tertentu tiba-tiba membuat Anda teringat seseorang atau sebuah momen yang telah lama berlalu, jangan heran. Dari sudut pandang sains, hidung dan otak memang memiliki hubungan istimewa yang membuat sebuah aroma mampu membuka kembali pintu kenangan yang selama ini tersimpan jauh di dalam ingatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....