Jarang Diketahui, Begini Cara Kerja Lokomotif Diesel Indonesia

  • 26 Mei 2026 11:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal paling favorit bagi masyarakat Indonesia saat ini. Namun, belum banyak yang memahami prinsip ilmiah di balik pergerakan kendaraan raksasa tersebut.

Berbeda dengan mobil, kereta api menggunakan roda baja yang berjalan di atas rel besi yang kokoh. Kontak antara baja dan besi ini menghasilkan tingkat gesekan yang sangat rendah.

Gesekan yang minim membuat kereta api mampu menarik beban ribuan ton dengan sangat efisien. Hal inilah yang menjadi rahasia utama keiritan energi pada transportasi kereta api.

Sumber kekuatan utama kereta api berada pada komponen lokomotif yang terletak di bagian depan. Lokomotif di Indonesia mayoritas menggunakan sistem penggerak diesel elektrik yang sangat bertenaga.

Cara kerjanya dimulai saat mesin diesel berbahan bakar solar memutar komponen generator besar. Putaran generator ini kemudian menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang sangat besar.

Energi listrik tersebut dialirkan melalui kabel menuju motor traksi yang terpasang di setiap roda. Listrik inilah yang langsung memaksa roda baja berputar dan mendorong kereta bergerak maju.

Sistem transmisi berbasis listrik inilah yang membuat lokomotif tidak membutuhkan kopling mekanis. Kereta tidak perlu memindah gigi persneling secara manual seperti pada kendaraan penumpang lainnya.

Akselerasi kecepatan kereta diatur oleh masinis cukup dengan memperbesar aliran arus listrik ke roda. Mekanisme ini membuat penyaluran tenaga berjalan sangat halus tanpa ada gejala hentakan.

Untuk mengendalikan arah jalurnya, kereta api sepenuhnya bergantung pada komponen pemindah rel atau wesel. Roda kereta memiliki bagian pinggiran khusus bernama flens yang mengunci posisi pada rel.

Sistem pengereman kereta api juga menggunakan teknologi tekanan udara yang sangat kuat dan aman. Ketika masinis mengerem, udara dilepaskan untuk menekan sepatu rem ke seluruh roda baja.

Karena bobotnya yang sangat berat, kereta api membutuhkan jarak ratusan meter untuk berhenti total. Oleh karena itu, pintu perlintasan sebidang wajib didahulukan demi keselamatan bersama di jalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....