Benarkah Minyak Bumi Berasal dari Dinosaurus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 11 Mei 2026 14:53 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa minyak bumi berasal dari fosil dinosaurus. Gambaran tentang bangkai dinosaurus yang terkubur jutaan tahun lalu lalu berubah menjadi bahan bakar kendaraan sudah telanjur melekat di benak publik. Namun para ilmuwan menegaskan, anggapan tersebut sebenarnya keliru.

Ahli geologi dari University of Oslo, Reidar Müller, menjelaskan bahwa minyak bumi bukan terbentuk dari dinosaurus, melainkan dari triliunan alga dan plankton kecil yang hidup di lautan purba. Organisme mikroskopis itu mati, tenggelam ke dasar laut, lalu tertimbun sedimen selama puluhan hingga ratusan juta tahun.

Dalam kondisi minim oksigen serta mendapat tekanan dan panas tinggi, tumpukan material organik tersebut perlahan berubah menjadi batuan sumber yang kemudian menghasilkan minyak bumi. Proses ini terjadi di lingkungan laut, bukan di daratan tempat dinosaurus hidup dan berkeliaran.

Meski bukan tidak mungkin ada bangkai reptil besar yang ikut tenggelam ke laut, kontribusinya sangat kecil terhadap pembentukan minyak bumi. Hewan berukuran besar justru cenderung cepat dimangsa atau terurai sebelum sempat tertimbun dalam kondisi ideal untuk membentuk minyak.

Lalu mengapa masyarakat telanjur mengaitkan minyak bumi dengan dinosaurus? Salah satu penyebabnya diduga berasal dari kampanye pemasaran perusahaan minyak Sinclair Oil pada era 1930-an. Perusahaan tersebut menggunakan dinosaurus, khususnya Apatosaurus, sebagai maskot iklan pelumas dan produk minyak mereka.

Kampanye itu semakin populer setelah pameran “Century of Progress World’s Fair” tahun 1933 di Chicago, Amerika Serikat, yang menampilkan replika dinosaurus berukuran besar dan menarik jutaan pengunjung. Sejak saat itu, citra dinosaurus melekat kuat dengan industri minyak bumi di mata masyarakat.

Ahli paleontologi asal Amerika Serikat, Kenneth Lacovara, menyebut hubungan dinosaurus dan minyak bumi lebih banyak dibentuk oleh iklan daripada sains. Menurutnya, publik terlanjur menghubungkan istilah “bahan bakar fosil” dengan fosil dinosaurus, padahal fosil dalam konteks minyak bumi lebih merujuk pada sisa organisme kecil laut purba.

Dengan demikian, para ilmuwan menegaskan minyak bumi sejatinya merupakan hasil proses panjang dari alga dan plankton mikroskopis yang terpendam di dasar laut selama jutaan tahun. Jadi, bukan dinosaurus yang berubah menjadi bensin, melainkan kampanye pemasaran yang sukses membentuk persepsi publik hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....